Konser Base Jam Dibubarkan karena Isu Syariah di Aceh

Antara, CNN Indonesia | Senin, 08/07/2019 16:16 WIB
Base Jam menyesalkan telah mengecewakan penggemar karena konsernya dibubarkan terkait persoalan syariah di Aceh. Grup musik Base Jam. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) membubarkan konser grup musik Base Jam di acara Aceh Culinary Festival, di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (7/7) malam.

Base Jam pun menyayangkan hal itu karena tak bisa menuntaskan seluruh lagu dan memuaskan para fannya di Aceh.

Ketua Majelis Pengajian dan Zikir Tasawuf, Tauhid dan Fiqh (Tastafi) Banda Aceh, Tgk Umar Rafsanjani berharap pemerintah dan semua pihak mestinya tidak memaksakan pertujukan yang tidak sesuai dengan penerapan syariat Islam.


"Pembubaran ini karena pihak panitia ingkar janji, sebab sebelumnya kita sudah pernah duduk dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh terkait tidak digelarnya konser tersebut, jika pun ada [konser] hanya mempromosikan kuliner Aceh," kata dia, di Banda Aceh, Senin (8/7) dikutip dari Antara.

Ia mengklaim tidak tampilnya grup band tersebut tidak akan mengurangi daya tarik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Namun, kata dia, pihak panitia meminta untuk tetap menampilkan Base Jam membawakan lagu Aceh dan lagu religi.

Ilustrasi penegakan syariat islam di Aceh.Ilustrasi penegakan syariat islam di Aceh. (Irwansyah Putra)
"Semua membenarkan dan membolehkan mereka untuk tampil membawakan lagu Aceh dan lagu religi, tapi waktu di lapangan tidak sesuai dan mereka (Base Jam) membawakan lagu mereka setelah sebelumnya menyumbangkan lagu Aceh," terangnya.

Menurut dia, penampilan Base Jam tersebut tidak sesuai seperti yang disampaikan. Pihaknya juga telah meminta pejabat terkait guna memastikan kembali penampilan grup band tersebut sesuai dengan yang telah disepakati.

"Mungkin masyarakat terkesan tidak dihargai dan saat itu tidak dapat diredam," katanya.

Dikutip dari akun instagram resminya, para personel Base Jam mengungkapkan penyesalannya soal upaya pembubaran itu.

"Kami sangat menyesal dan menyayangkan situasi yang terjadi semalam, terutama dari rencana kami menyanyikan 10 lagu akhirnya hanya bisa tiga lagu semalam," ucap Ardhini Citrasari alias Sita, pembetot bass.

Senada, vokalis Sigit Wardana menyesali kejadian itu karena membuat grupnya tak bisa memuaskan secara penuh para fan di Aceh. Pasalnya, konser mereka kemarin merupakan yang pertama di Aceh.

[Gambas:Instagram]
"Kami ingin minta maaf kepada semua pihak yang terkait yang terpengaruh secara langsung ataupun tak langsung atas ketidaknyamananya," ucap dia.

"Yang pasti kita juga minta maaf terhadap fan Base Jam di Aceh yang sudah mendukung dan menanti kami selama 25 tahun supaya kami akhirnya datang pertama kalinya ke Aceh," Sigit menambahkan.

[Gambas:Video CNN] (arh)