Fahri Hamzah Pastikan Ormas Garbi Akan Jadi Partai Politik

CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 10:57 WIB
Fahri Hamzah Pastikan Ormas Garbi Akan Jadi Partai Politik Fahri Hamzah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan bahwa organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) akan bertransformasi menjadi partai politik dalam waktu dekat. 

Ia mengatakan keputusan itu akan diambil dengan dasar mempertimbangkan aspirasi dari seluruh simpatisan Garbi telah didirkan selama lebih dari setahun ini.

"Setelah lebih dari 1 tahun bergerak ke seluruh Indonesia, kami mendapatkan aspirasi yang kuat dari teman-teman agar gerakan pemikiran yang dimulai oleh Garbi di seluruh indonesia bisa kita teruskan menjadi sebuah gerakan politik berbentuk sebuah parpol," kata Fahri kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/7).


Namun, Fahri belum memastikan kapan waktu untuk deklarasi Garbi menjadi parpol digelar. Ia hanya berharap kehadiran Garbi dalam panggung politik nasional akan memecah kebekuan dan memberikan ide-ide baru bagi masyarakat Indonesia.

"Akhirnya disepakati dalam pembicaraan-pembicaraan yang belum kita formalkan, sehingga tinggal menunggu waktu kapan kita formalisasi dibentuk parpol," kata dia.
Selain itu, Fahri mengatakan Garbi nantinya tak ingin terjebak dalam untuk terpaku pada satu spektrum ideologi tertentu dalam perjuangannya. 

Fahri menganggap Garbi akan menjadi sebuah parpol yang berjuang melalui gerakan pemikiran yang progresif. 

Dia menambahkan Garbi akan berusaha merangkul semua lapisan masyarakat dan melintasi aliran ideologi politik yang ada di Indonesia. 

"Kita maunya dikategorisasi secara metodologis, yakni bagaimana kita memecahkan persoalan bangsa kita," kata dia."Maka basis konstituensinya adalah seluruh rakyat indonesia yg ditawarkan cara berfikir partai baru ini. Makanya kira tak mau basisnya pada politik aliran tradisionil. Tapi melintas batas."
Mantan pentolan PKS seperti Anis Matta dan Fahri merupakan pendiri Garbi. Mereka mendeklarasikan diri di Bali pertama kali. Fahri terancam dipecat oleh PKS. Kasus pemecatan itu berujung di meja hijau. 

Namun, Fahri memenangkan gugatan dan tetap terdaftar sebagai kader PKS. Bahkan, pengadilan memerintahkan PKS untuk membayar ganti rugi miliaran rupiah kepada Fahri.
[Gambas:Video CNN] (rzr/ugo)