Istana Anggap Wajar Kapolri Minta Tunjangan Naik 100 Persen

CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 14:20 WIB
Istana Anggap Wajar Kapolri Minta Tunjangan Naik 100 Persen Pasukan Polri saat apel di Lapangan Monas, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani menilai wajar apabila Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengharapkan tunjangan kinerja TNI-Polri naik 100 persen pada pemerintahan Presiden Joko Widodo selanjutnya. Menurut Dani, sapaannya, tugas anggota TNI-Polri tak mudah.

"Saya rasa usulan-usulan semacam itu kan normal-normal saja. Peneliti pun pasti akan mengajukan hal-hal semacam itu, karena kerumitan atau proses bekerja yang mungkin membutuhkan kesejahteraan yang diinginkan," kata Dani di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (11/7).

Dani menyatakan peningkatan tunjangan jabatan perlu dibicarakan lebih lanjut bersama Kementerian Keuangan. Pemerintah perlu mempertimbangkan kenaikan tunjangan kinerja 100 persen bisa diakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


"Apakah penambahan itu dilakukan dalam waktu dekat, apakah bertahap, dan lain-lain, kami masih butuh pertimbangan itu," ujarnya.


Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas naiknya tunjangan kinerja Polri dan TNI sebesar 70 persen tahun ini.

Tito mengatakan kenaikan tunjangan itu bermanfaat untuk kesejahteraan anggotanya yang berada di lapangan. Dalam pidatonya di depan Jokowi, Tito juga menyampaikan harapannya supaya kenaikan tunjangan dapat menjadi 100 persen lima tahun ke depan.

"Tersimpan harapan kepada Bapak Presiden kiranya tunjangan kinerja anggota TNI dan Polri di masa kepemimpinan lima tahun ke depan Insya Allah dapat meningkat jadi 100 persen," tuturnya. 

Istana Anggap Wajar Kapolri Minta Tunjangan Naik 100 PersenKapolri Jenderal Tito Karnavian berharap tunjangan kinerja naik 100 persen. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Tito Pamer Perbaikan Polri

Dalam upacara Perayaan Hut ke-73 Bhayangkara Rabu (10/7), Tito memamerkan hasil perbaikan institusi Polri dalam tiga tahun kepemimpinannya di depan Jokowi.

Menurutnya, perbaikan itu dilaksanakan lewat program Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter) yang dititikberatkan pada tiga kebijakan utama yakni peningkatan kinerja, perbaikan kultur, dan manajemen media.

"Tiga tahun implementasi program Promoter telah menunjukkan hasil yang baik," kata Tito dalam sambutannya.

Dia menjabarkan peningkatan kinerja diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, profesionalisme dalam penegakan hukum, dan pemeliharaan stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat secara optimal.


Lalu, perbaikan kultur direalisasikan dengan menekan budaya koruptif, menghilangkan arogansi kekuasaan, dan menekan kekerasan eksesif. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap Polri terus meningkat. 

"Polri pada 2016 termasuk dalam tiga institusi dengan kepercayaan publik rendah, namun berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga Polri telah berada pada tiga besar lembaga yang dipercaya publik," kata jenderal bintang empat itu.

Tito juga memamerkan keberhasilan Polri dalam meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama enam tahun berturut-turut, mulai dari 2013 hingga 2018.

Selain itu, peningkatan Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Polri dari angka 72,11 di 2017 menjadi 74,08 di 2018, Peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi Polri dari 73,65 di 2017 menjadi 75,18 di 2018, serta terwujudnya 69 Zona Integritas di lingkungan Polri.


[Gambas:Video CNN] (fra/pmg)