"Kondisi keduanya sangat baik. Proses operasi pemisahan kedua bayi kembar siam ini akan dilakukan pada 23 Juli mendatang," kata Guslihan Dasa Tjipta yang memimpin tim dokter penanganan pasien, Jumat (12/7).
Guslihan menyatakan bayi-bayi yang lahir 22 November 2018 lalu itu, nantinya akan menjalani pemeriksaan ulang guna memastikan pemindaian (scanning) dari tempat penyatuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayi kembar siam itu diberikan nama Adam dan Malik oleh orang tuanya. Mereka adalah buah hati Juliadi Silitonga (29) dan Nurida Sihombing (25), warga Desa Manalu Purba, Parmonangan, Taput.
"Penanganan terhadap pasien harus segera dilakukan jika memang sudah waktunya," ujar Edy.
"Kalau memang sudah begitu [waktu upaya pemisahan], ya kita serahkan ke dokternya ya. Saya berdoa semoga keduanya selamat, sampai jadi orang hebat," sambungnya.
Senada, Musa Rajekshah berharap ke depan, jika ada kasus serupa lagi, tak hanya di RSUP H Adam Malik saja tindakan medis bisa dilakukan.
"Ini kan jarang terjadi. Tetapi di Sumut sudah beberapa kali ada, dan berhasil di operasi. Artinya sumber daya manusia (SDM) dokter kita tidak kalah, peralatan kita ada. Saya harapkan ke depan ada paling tidak yang seperti RSUP H Adam Malik ini, minimal tiga untuk wilayah Sumut. Supaya pasien itu tidak menumpuk di sini. Akhirnya antri, sementara orang sakit kan tak bisa menunggu," ujar Musa.
[Gambas:Video CNN] (fnr/kid)