PA 212 Sebut Tak Restui Pertemuan Prabowo-Jokowi

CNN Indonesia | Sabtu, 13/07/2019 16:17 WIB
PA 212 Sebut Tak Restui Pertemuan Prabowo-Jokowi Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menyatakan bahwa PA 212 tidak mendukung pertemuan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo hari ini, Sabtu (13/7) di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta.

"Sampai saat ini setahu saya PA 212 tidak pernah mendukung atau memberikan rekomendasinya kepada pihak 02 untuk bertemu atau rekonsiliasi," kata Novel kepada CNNIndonesia.com merespons pertemuan Prabowo dan Jokowi. 

PA 212 juga belum memutuskan sikap politik usai pertemuan Prabowo-Jokowi. Novel bilang sikap politik akan diambil setelah menggelar Ijtimak Ulama jilid IV.


Dia tak menjelaskan kapan Ijtimak Ulama jilid IV digelar. Novel hanya berkata Ijtimak Ulama itu menghadirkan para ulama untuk memberikan arahan terkait langkah selanjutnya yang akan ditempuh PA 212.

"Kami PA 212 akan tunggu arahan ulama mungkin melalui Ijtimak Ulama ke-4 untuk ambil sikap atas musyawarah para ulama, tokoh, dan aktivis sehingga arah ke depan jelas untuk disikapi oleh umat Islam," kata dia. 

"Oposisi atau tidak, kan, tunggu Ijtimak Ulama ke-4," imbuh Novel. 

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan pertemuan keduanya merupakan simbol yang baik bagi Jokowi-Prabowo dan kehidupan demokrasi di Indonesia. Dia pun mengharapkan agar pertemuan baik ini dapat diikuti oleh masing-masing pendukung di akar rumput.

Pramono juga meyakini pertemuan Jokowi-Prabowo masih akan berlanjut. Hanya saja dia tak bisa menyampaikan soal apa saja yang akan jadi pembahasan.

"Ya ada, ada. Pasti," ucapnya.

Satu hal, Pramono menegaskan pertemuan Jokowi-Prabowo tadi pagi tak membahas mengenai pemulangan imam besar Front Pembela Islam, Rizieq Shihab yang masih bermukim di Arab Saudi.

"Enggak ada pembahasan itu [Rizieq Shihab] sama sekali. Jadi, tidak ada pembahasan baik yang ada di MA maupun pemulangan seseorang dari mana pun tidak ada," ujar Pramono.

[Gambas:Video CNN]
(wis/wis)