Gerindra Belum Tentukan Sikap untuk Lima Tahun Mendatang

CNN Indonesia | Senin, 15/07/2019 07:01 WIB
Gerindra Belum Tentukan Sikap untuk Lima Tahun Mendatang Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, mengatakan partainya belum memutuskan apakah akan menjadi mitra koalisi pemerintah atau oposisi untuk lima tahun ke depan.

Riza menyatakan untuk menentukan sikap butuh tahapan.

Tahap awal, ia melanjutkan, sudah dilalui lewat pertemuan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo, Sabtu (13/7).


"Ya, artinya belum diputuskan. Artinya Prabowo, Partai Gerindra siap ikut dengan Pemerintah dan siap juga sebagai pengawasan check and balance karena kan pemerintah harus juga dikritik konstruktif," tutur Ahmad Riza saat dihubungi CNNIndonesia.com.

"Tahapan sudah bagus ada pertemuan yang mudah-mudahan memberi dampak positif supaya tidak ada lagi saling hujat-menghujat, tangkap-tangkap, anarkis, saling sikut sama lain," ujar dia.


Riza menyatakan perlu ada diskusi di internal Partai Gerindra dan pembicaraan dengan partai-partai yang pernah tergabung ke dalam koalisi adil makmur.

Hal itu diperlukan agar Partai Gerindra mendapat masukan dan pertimbangan untuk berada di posisi koalisi atau oposisi.

"Tentu kan semua itu harus dibicarakan masing-masing. Pak Prabowo juga harus bicara dengan partai-partai yang selama ini mendukung Pak Prabowo dan juga di internal Partai (Gerindra)," katanya.

Sementara itu, Prabowo Subianto, dalam pertemuannya dengan Jokowi menyatakan siap untuk membantu pemerintahan untuk lima tahun ke depan.


"Menjadi presiden itu adalah mengabdi, jadi masalah yang beliau pukul itu besar. Kami siap membantu untuk kepentingan rakyat," kata Prabowo di stasiun MRT Senayan, Sabtu (13/7).

Namun setelah pertemuan berlangsung, Prabowo juga berujar "Oposisi juga siap."

Di tempat terpisah, Sandiaga Uno yang menjadi pendamping Prabowo dalam kompetisi Pilpres 2019 menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi oposisi. Menurut dia, pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin membutuhkan pengawasan.

"Saya terhormat jika ada kesempatan untuk menjadi oposisi. Mengawasi kinerja pemerintahan," kata Sandiaga kepada wartawan saat bertemu Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, di Kemang, Jakarta, Sabtu (13/7).

[Gambas:Video CNN] (ryn/agr)