Menurut Eddy, berada di luar pemerintahan sama terhormatnya dengan posisi di dalam pemerintahan selama hal tersebut dilakukan untuk kepentingan bangsa.
"Berada di dalam ataupun di luar pemerintahan sama terhormatnya, yang penting kehadiran kita bermakna bagi masyarakat," kata Eddy saat dihubungi melalui telepon, Senin (15/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak berani berspekulasi dan saya sepakat kami bicara kerja sama seluruh elemen anak bangsa untuk membangun negeri ini. Apalagi tantangan di bidang ekonomi sangat besar," katanya.
Hanya saja menurut Drajat, sikap oposisi dirinya ini tak berkaitan dengan dukungannya untuk Prabowo selama Pilpres berlangsung.
"Alasan utama saya, semua negara yang demokratis itu memerlukan checks and balances," kata Drajat.
Menurut Drajat hal tersebut diperlukan karena beberapa negara seolah-olah demokratis, misalnya menyelenggarakan pemilu dan punya parlemen, namun tidak ada check and balance.
"Pembagian kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif tidak terpenuhi dengan baik. Bahkan tidak jarang, penegakan hukumnya menjadi kangaroo court (pengadilan kanguru)," kata dia.
"Oposisi yang bisa menawarkan opsi kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat," katanya.
Namun Drajad menggarisbawahi bahwa oposisi itu bukan berarti bermusuhan. Silaturrahim tetap harus dibina oleh pemerintah dengan oposisi.
"Pihak pemerintah dan oposisi saling menghormati pilihan politik masing-masing. Justru, pemerintah dan oposisi saling berlomba berbuat kebaikan bagi rakyat," lanjutnya.
[Gambas:Video CNN] (tst/osc)