Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan unggahan provokatif itu ditemukan di Twitter, Youtube, dan Facebook. Bentuknya, gambar dengan keterangan yang tidak setuju dengan pertemuan itu dengan kata-kata provokatif.
"Ini harus kita cek bersama, karena tidak menutupi kemungkinan mereka ini disusupi juga oleh paham-paham ISIS atau radikal lainnya," ia menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, maraknya unggahan provokatif itu berbanding terbalik dengan kondisi riil pasca-pertemuan tersebut. Dedi mengklaim keadaan dari Aceh hingga Papua terpantau aman.
Sebelumnya diberitakan, Jokowi dan Prabowo mengadakan pertemuan di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Sabtu (13/7). Keduanya bersalaman dan menaiki MRT bersama menuju Senayan.
Keduanya kemudian makan bersama di salah satu restoran kawasan Senayan. Mereka didampingi sejumlah tokoh dari masing-masing pihak, baik Jokowi maupun Prabowo.
Setelah itu, akun Partai Gerindra 'diserang' netizen yang tak rela Prabowo bertemu dengan Jokowi.
(gst/arh)