Satu Orang Terluka dan Puluhan Bangunan Rusak Usai Gempa Bali

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 16:19 WIB
Satu Orang Terluka dan Puluhan Bangunan Rusak Usai Gempa Bali Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo. (CNN Indonesia/Shaskya Thalia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan satu orang luka-luka dan puluhan bangunan rusak akibat gempa dengan Magnitudo 5,8 di arah barat daya Nusa Dua, Bali, Selasa (16/7).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan gempa disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia.
"Dampak gempa bumi di provinsi Bali per 16 Juni 2019, yakni 1 orang luka-luka dan 38 bangunan mengalami kerusakan," ujar Agus dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (16/7).

Agus membeberkan gempa yang terjadi di kawasan Nusa Dua terasa hingga ke sejumlah kawasan, seperti di Denpasar, Lombok, Mataram, Sumbawa, Jember, hingga Lumajang. Gempa, kata dia, juga terjadi sebanyak 11 kali sejak pukul 07.18 hingga 12.00 WITA.


Terkait dampak gempa, Agus merinci bangunan yang rusak di antaranya 6 unit rumah, 5 unit sarana peribadatan, 11 unit sarana pendidikan, 2 unit sarana kesehatan, 7 unit kantor/gedung pemerintahan, 5 unit fasilitas umum, 1 unit hotel, dan 1 unit toko/kios.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan gempa yang terjadi di Bali tidak berdampak tsunami. Namun, ia menyampaikan pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk waspada, salah satunya menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujarnya.

Selain itu, Agus meminta masyarakat di Bali dan sekitarnya yang terdampak gempa untuk memeriksa dan memastikan bangunan yang dimilikinya tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum hendak kembali ke dalam rumah.

(jps/arh)