Tim Gabungan Kasus Novel Klaim Sudah Periksa 73 Saksi

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 19:31 WIB
Tim Gabungan Kasus Novel Klaim Sudah Periksa 73 Saksi Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim gabungan atau tim pakar pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan mengklaim telah melakukan pemeriksaan terhadap 73 saksi selama enam bulan melakukan proses investigasi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo belum dapat menjelaskan apa saja yang disampaikan 73 saksi itu kepada tim pakar. Namun apa yang ditemukan oleh tim pakar akan diungkapkan pada konferensi pers Rabu (17/7).

"Selama enam bulan sudah melakukan investigasi secara terbuka, melakukan interview atau klarifikasi terhadap 73 orang saksi atau sumber yang ditemukan," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/7).


Dedi mengatakan apapun hasil temuan tim pakar akan diungkapkan besok. Kepolisian akan menindaklanjuti hasil temuan serta rekomendasi yang diberikan oleh tim pakar.
"Hasilnya apa besok akan disampaikan. Termasuk hasil kerja tim selama enam bulan itu nanti rekomendasi terhadap Polri. Pihak Polri akan menindaklanjuti hasil rekomendasi dari tim gabungan pakar tersebut," tuturnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim gabungan lewat Surat Keputusan nomor: Sgas/ 3/I/HUK.6.6/2019. Tim yang beranggotakan 65 orang memiliki masa tugas selama enam bulan dan sudah habis pada 7 Juli 2019 lalu.

Tim ini menyelidiki penyiraman air keras terhadap Novel oleh orang tak dikenal di lingkungan rumahnya usai melaksanakan salat subuh, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017. Sejak itu kasus ini masih gelap, termasuk tentang pelaku.

Selama enam bulan investigasi tim pakar juga belum menyebutkan satu nama pun yang diduga sebagai pelaku. Di sisi lain, Novel dalam sejumlah kesempatan menyebut ada keterlibatan oknum polisi dalam kasusnya. 

Terpisah, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif berharap tim gabungan bentukan Kapolri bisa mengumumkan informasi yang komprehensif terkait kasus Novel.

"Kita berharap besok itu ada informasi yang lebih komprehensif tentang itu," kata Syarif di Gedung KPK, Jakarta.

Syarif mengaku bersyukur bila dalam keterangan pers besok, tim gabungan dapat mengungkap pelaku penyerangan terhadap rekannya di KPK. Sampai saat ini, kata Syarif KPK belum menerima laporan hasil penyelidikan tersebut.

"Kami akan bersyukur kalau sudah ada di identifikasi siapa pelakunya. laporan akhir kami terima," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (sah/wis)