Idris mengakui ide memutar lagu itu awalnya untuk menghibur pengendara yang mungkin geram karena saban hari Depok ramah dengan kemacetan. Alasan itu yang juga menjadikan Pemkot Depok mengusung program Joyful Traffic Management (JoTRAM) dalam ide lagu tersebut.
"Sosialisasi untuk masyarakat, sekaligus menghibur ya," kata Idris kepada CNNIndonesia.com, Selasa (16/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
wali Kota Depok, Idris Abdul Shomad. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso) |
"Sudah, nanti lihat saja ya pas keluar lagunya gimana," katanya.
Koko memastikan lagu tersebut memang yang akan diputar di tiap lampu merah di kota Depok. Thole juga mengamini, bahwa memang benar suara wali kota yang menghiasi lagu tersebut.
"Benar. Saya yang menciptakan lagu tersebut. Aransemen murni, pak Wali yang menyanyi," kata Koko Thole.
Namun demikian, saat ini dirinya tengah berupaya memangkas lagu tersebut menjadi durasi satu menit. Durasi selama itu guna menyesuaikan waktu relatif tiap lampu merah di Kota Depok.
Mulanya, kata dia, ide tersebut muncul dan diajukan kepada wali kota Depok melalui dinas perhubungan. Koko mengaku ada kegelisahan melihat angka kecelakaan kota Depok yang terbilang tinggi.
"Saat itu saya usulkan lagu menjadi medium terbaik," ujarnya.
"Kemungkinan itu kemauan dan ide wali kota," ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun, pemasangan lagu dan speaker tersebut akan dipasang di area Margonda tepatnya di lampu merah Pertigaan Ramanda untuk proses uji coba. Apabila dinilai berhasil, akan dipasang di titik lain pekan depan.
[Gambas:Video CNN] (ara/ain/ain)
wali Kota Depok, Idris Abdul Shomad. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)