Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan pasukan yang diinginkan JI bukan secara kuantitas melainkan secara kualitas. Karena kualitas pasukan yang paling dibutuhkan untuk memperkuat kelompok itu.
"Dia (JI) justru tidak mengeksploitasi diri seperti JAD. Dia lebih soft, lebih silent. Cuma kelompok-kelompok yang direkrut sama dia itu cukup efektif dalam rangka penguatan organisasi mereka," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PW diketahui merupakan pimpinan dari JI. Ia juga diketahui terlibat aktif dalam aksi terorisme di Indonesia. Antara lain bom Bali, rangkaian bom Natal, bom di depan Kedutaan Besar Australia, serta terlibat dalam peristiwa Poso pada tahun 2005-2007.
Ia disebut membantu kelompok Poso dengan dukungan logistik dan operasional.
Penyidik kepolisian masih terus mendalami soal sumber pendanaan kelompok ini. Termasuk, soal usaha kebun sawit di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang diduga jadi salah satu ladang penghasilan mereka.
[Gambas:Video CNN] (gst/osc)