Tjahjo Panggil Walkot Tangerang Buntut Polemik dengan Yasonna

CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 18:20 WIB
Tjahjo Panggil Walkot Tangerang Buntut Polemik dengan Yasonna Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo akan memanggil Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah buntut dari perseteruan dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly terkait masalah lahan, besok, Kamis (18/7). Tjahjo juga akan memanggil Gubernur Banten Wahidin Halim.

"Akan kami undang besok sian‪g, dan kami juga akan memanggil Gubernur (Banten). Supaya ikut memberikan pembinaan," kata Tjahjo di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (17/7).

Tjahjo mengaku tak akan akan mengundang Yasonna besok. Ia hanya ingin bertemu dengan Arief dan Wahidin.


Menurut Tjahjo, polemik antara Arief dengan Yasonna ini hanya salah paham semata. Namun, politikus PDIP itu menyatakan Arief seharusnya tidak boleh langsung menuduh Yasonna, padahal belum terkonfirmasi dengan benar.

Selain itu, Tjahjo menyebut seharusnya Arief tak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, seperti menghentikan sementara layanan publik di Kompleks Kementerian Hukum dan HAM, Kota Tangerang. ‬

"Wali Kota tidak boleh melangkah sepihak, yang melakukan langkah-langkah yang merugikan publik. Seperti memutus air, memutus listrik. Itu tidak boleh," ujarnya.

Tjahjo mengatakan dalam kasus ini Yasonna juga pasti merasa tak salah, sehingga berani melaporkan tindakan Arief ke Polres Kota Tangerang. Menurutnya, polemik antara Arief dengan Yasonna menjadi bahan pembelajaran pihaknya.

"Sebagian kepala daerah juga harus berprasangka baik. Apalagi membuat kebijakan yang sifatnya emosional, yang merugikan publik," tuturnya.

Terkait pemanggilan ini Arief menyambut baik. Ia berharap kasus ini cepat selesai dan tidak berlarut-larut.

Sebelumnya, Arief mengatakan meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memediasi untuk menyelesaikan selisih paham dengan Yasonna. Ia pun mengaku sudah mengirim surat klarifikasi dan laporan kronologis terkait permasalahan lahan itu.

"Itu yang sudah kami lakukan, terserah bagaimana pak Mendagri kebijakannya untuk bisa membantu menyelesaikan masalah ini," ujarnya.

Kementerian Hukum dan HAM melaporkan Arief ke Polres Kota Tangerang terkait konflik lahan dan penghentian layanan di sejumlah fasilitas milik Kemenkumham di Tangerang.

Arief mengancam menghentikan layanan perbaikan drainase, penerangan jalan, dan pengangkutan sampah lantaran Yasonna menyindir pihaknya menghambat perizinan pembangunan.

Arief sendiri sudah meminta Yasonna untuk bertemu berdua. Namun Yasonna belum memiliki waktu lantaran harus pergi ke Batam, Kepulauan Riau, kemarin. Ia kini menunggu kabar dari Yasonna terkait waktu pertemuan.

[Gambas:Video CNN] (fra/osc)