Dari album yang diserahkan terlihat foto-foto Soeharto tengah menjalankan tugasnya sebagai presiden. Ia berkuasa selama kurang lebih 32 tahun. Sementara rol film pidato Soeharto dan Tien Soeharto tersusun rapih dalam sebuah tempat yang ditampilkan di atas meja.
Foto-foto kegiatan Soeharto koleksi Museum Purna Bhakti Pertiwi juga ikut dipamerkan. Foto-foto tersebut memperlihatkan berbagai kegiatan penguasa Orde Baru itu saat memimpin republik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Prabowo Lebaran ke Cendana selama 20 Menit |
"Ini memang belum semua diberikan, nanti yang tertinggal disusulkan. Masih banyak buku, yang masih tercecer, masih dikumpulkan," kata Tutut.
Namun, Tutut enggan menjelaskan lebih rinci bagaimana pihak keluarga memilih foto-foto Soeharto untuk diserahkan kepada ANRI. Ia meminta agar foto-foto tersebut nanti dilihat sendiri ketika sudah dipublikasikan oleh ANRI.
"Ya kamu lihat sendiri, 'ndelok dewe koyo opo'. Baru ketemu saya tanya lagi. Kalau mau tahu persis, semua ada di situ, kalau saya kasih nanti enggak mau baca," ujarnya.
Selain foto, keluarga Cendana juga menyerahkan arsip lain seperti microfilm, rol microfilm, rekaman, hingga naskah pidato Soeahrto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan). |
Tutut menyatakan Soeharto selama memimpin Indonesia telah berusaha meletakkan pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam semua aspek. Menurutnya, sebagai pribadi, almarhum memiliki ciri khas sendiri selama menjabat sebagai presiden RI, baik dari segi kebijakan, penampilan, karakter, maupun kepribadian.
"Semua jejak langkah kegiatan maupun peristiwa yang pernah beliau lakukan terekam dalam dokumen dan arsip yang hingga kapan pun bisa dilihat, didengar dan dipelajari oleh penerus bangsa sehingga bisa diambil manfaatnya," tuturnya.
"Bahkan pada saat itu Indonesia dianggap sebagai salah satu dari Macan Asia. Apa yang saya sampaikan tercatat jelas dalam arsip arsip tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Soenarto Soedarno, mantan staf Asisten Menteri Sekretaris Negara Urusan Khusus (Assus) menambahkan dirinya turut membantu pihak keluarga Cendana dalam menyusun arsip Soeharto maupun Tien Soeharto. Salah satu arsip yang disusun adalah pidato-pidato Soeharto selama menjadi presiden.
Soenarto menyebut salah satu arsip yang menarik diserahkan ke ANRI adalah kumpulan pidato Soeharto setiap menyampaikan pertanggungjawaban pada 16 Agustus setiap tahunnya.
Masyarakat, kata Soenarto bisa mengkaji lebih lanjut isi pidato dari presiden yang dikenal masyarakat dengan kosakata 'daripada' dalam setiap kali berbicara tersebut.
"Kita bisa lihat hasil yang sangat runut. Itu sebetulnya hasil pengumpulan keluarga bapak sendiri," ujarnya. (fra/osc)
Selain foto, keluarga Cendana juga menyerahkan arsip lain seperti microfilm, rol microfilm, rekaman, hingga naskah pidato Soeahrto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Salah satu momen saat Presiden Soeharto bersama keluarga. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).