Sebelumnya, tabrakan terjadi antara Grand Max Pick Up Nopol E 8609 BZ dengan minibus APV, pada Jumat (19/7) sekitar pukul 23.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mariyono menyebut kejadian itu memang bermula dari insiden olengnya mobil yang dikemudikan Carim. Ketika itu, mobil Grand Max tengah melaju menuju arah Jakarta.
Akibatnya, kedua kendaraan terbakar di lajur lambat dengan posisi akhir kendaraan pikap terbalik miring di bahu jalan dengan ke dua roda kanan di atas menghadap timur. Sedangkan kendaraan APV normal menghadap timur di jalur A.
Polisi yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi korban yang ikut terbakar di dalam minibus APV. Korban meninggal dunia dibawa ke RSUD Cideres, Majalengka sedangkan korban luka berat dibawa ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon.
Dia menyebut jumlah korban meninggal dunia mencapai lima orang dan korban luka mencapai tiga orang.
Korban meninggal dunia antara lain Sunarto (40) warga Karawang Timur (sopir minibus APV); Dwi (40) warga Perumnas Keras, Karawang Barat (penumpang APV); Todi (37), warga Blok A, kompleks Peruri, Karawang Barat (penumpang APV); Parhat (25) warga PRD kompleks pejabat Karawang Barat (penumpang); Carim, warga Sumbang, Purwokerto (sopir Grand Max).
Adapun identitas korban luka berat yaitu Andi (21), asal Purbalingga (penumpang Grand Max); Ari (40) warga Cirebon (penumpang Grand Max); Wendi (48) warga Blok C 18 No 9 kompleks Peruri, Karawang Barat (penumpang APV).
[Gambas:Video CNN] (hyg/arh)