Tabrakan Minibus Vs Pikap di Cipali Diduga akibat Sopir Capek

CNN Indonesia | Sabtu, 20/07/2019 19:18 WIB
Tabrakan Minibus Vs Pikap di Cipali Diduga akibat Sopir Capek Ilustrasi kecelakaan. (Istockphoto/razerbird)
Bandung, CNN Indonesia -- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di KM 154+800, Majalengka, Jawa Barat, yang menewaskan lima orang disebut terjadi karena sopir diduga mengalami kelelahan.

Sebelumnya, tabrakan terjadi antara Grand Max Pick Up Nopol E 8609 BZ dengan minibus APV, pada Jumat (19/7) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Mariyono menduga pengemudi mobil pikap Grand Max, Carim, kurang konsentrasi sehingga mobilnya oleng dan masuk ke jalur berlawanan hingga menabrak APV.


"Dugaan awal sopir ini terindikasi capek. Dia berangkat dari Purbalingga sampai Cirebon istirahat sambil menjemput saudara Ari. Kemudian mereka berangkat lagi lalu hilang kendali karena kemungkinan sopir ngantuk," ujar dia.

Mariyono menyebut kejadian itu memang bermula dari insiden olengnya mobil yang dikemudikan Carim. Ketika itu, mobil Grand Max tengah melaju menuju arah Jakarta.

"Mobil pick up Grand Max yang dikemudikan Carim melaju di jalur B (Palimanan menuju Cikopo). Tiba di tempat kejadian, mobil tersebut oleng dan masuk ke jalur berlawanan yakni jalur A dan menabrak kendaraan minibus AVP yang dikemudikan oleh Sunarto," kata dia.

Akibatnya, kedua kendaraan terbakar di lajur lambat dengan posisi akhir kendaraan pikap terbalik miring di bahu jalan dengan ke dua roda kanan di atas menghadap timur. Sedangkan kendaraan APV normal menghadap timur di jalur A.

Polisi yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi korban yang ikut terbakar di dalam minibus APV. Korban meninggal dunia dibawa ke RSUD Cideres, Majalengka sedangkan korban luka berat dibawa ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon.

"Tim lagi olah TKP dari Korlantas dan Polda Jawa Barat untuk perkembangan terakhir akan diberitahu kalau sudah selesai," kata Mariyono.

Dia menyebut jumlah korban meninggal dunia mencapai lima orang dan korban luka mencapai tiga orang.

Korban meninggal dunia antara lain Sunarto (40) warga Karawang Timur (sopir minibus APV); Dwi (40) warga Perumnas Keras, Karawang Barat (penumpang APV); Todi (37), warga Blok A, kompleks Peruri, Karawang Barat (penumpang APV); Parhat (25) warga PRD kompleks pejabat Karawang Barat (penumpang); Carim, warga Sumbang, Purwokerto (sopir Grand Max).

Adapun identitas korban luka berat yaitu Andi (21), asal Purbalingga (penumpang Grand Max); Ari (40) warga Cirebon (penumpang Grand Max); Wendi (48) warga Blok C 18 No 9 kompleks Peruri, Karawang Barat (penumpang APV).

[Gambas:Video CNN] (hyg/arh)