Tim dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial menyatakan seluruh bantuan tahap II akan diterbangkan ke kabupaten Wamena.
"Kepastian pengiriman bantuan itu didapat setelah tim PSKBS melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, Dinas Provinsi Papua dan Dinsos Kabupaten Wamena. Selanjutnya tugas Dinas Kabupaten Wamena mendistribusikannya," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang dalam keterangan pers, Senin (21/7) seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, bantuan tahap pertama yang telah disalurkan sebanyak 50 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) terdiri dari 10 ton lewat Jayapura, 10 ton ke distrik Mbua, distrik Yal, distrik Mbulmu Yalma dan 30 ton melalui Kabupaten Wamena.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan sembako pada tahap pertama kepada pengungsi. Sembako tersebut terdiri dari mie instan sebanyak 1.680 karton, gula pasir 9.520 kg, minyak goreng 9.873 liter, garam 19.200 bungkus, ikan kaleng 9.550 bungkus, kopi 9.550 bungkus dan beras 50 kg.
Dia mengakui saat ini pemerintah mengalami kendala dalam melakukan pendataan pengungsi Nduga, karena banyak pengungsi yang berada di rumah kerabatnya.
"Banyak dari mereka yang tinggal di rumah kerabatnya di Wamena. Hal ini menyulitkan identifikasi," ujar Harry.
Sementara itu berdasarkan laporan yang diberikan kodim 1702 Jayawijaya, kata Harry, pengungsi di kabupaten tersebut sudah kembali ke rumah keluarga masing-masing.
Laporan Kodim tersebut, dikatakan Harry, telah menjawab pemberitaan yang menyebutkan ada pengungsi meninggal akibat tidak ada penanganan dari pemerintah.
"Dinas Sosial Kabupaten Wamena menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan korban meninggal dunia," tegas Harry.
Sebelumnya, Tim Solidaritas untuk Nduga mencatat 139 pengungsi Kabupaten Nduga, Papua, meninggal dunia karena menderita berbagai penyakit. Data ini dihimpun dari Desember 2018 hingga 16 Juli 2019.
"Untuk bulan ini saja sampai 16 Juli, tiga orang meninggal dunia. Sebagian meninggal dalam proses pengungsian dari Nduga ke Wamena dan ada yang meninggal di Wamena," kata peneliti dari Marthinus Academy, Hipolitus Wangge, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (19/7).
Hipolitus yang juga anggota Tim Solidaritas mengatakan ada sekitar 5.000 warga Nduga mengungsi ke Wamena karena konflik berkepanjangan antara kelompok bersenjata dengan aparat TNI/Polri.
(wis)