Bantah Ada Pengungsi Tewas, Kemensos Kirim Bantuan ke Nduga

Antara, CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 09:36 WIB
Bantah Ada Pengungsi Tewas, Kemensos Kirim Bantuan ke Nduga Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Sosial memastikan seluruh bantuan tahap II untuk pengungsi korban konflik di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, akan selesai terkirim pekan ini.

Tim dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial menyatakan seluruh bantuan tahap II akan diterbangkan ke kabupaten Wamena.

"Kepastian pengiriman bantuan itu didapat setelah tim PSKBS melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, Dinas Provinsi Papua dan Dinsos Kabupaten Wamena. Selanjutnya tugas Dinas Kabupaten Wamena mendistribusikannya," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang dalam keterangan pers, Senin (21/7) seperti dilansir Antara.


Bantuan terhadap pengungsi Nduga terdiri dari dua tahap dengan nilai Rp740.449.000.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan bantuan tahap II terdiri dari perlengkapan bermain sebanyak 250 paket, perlengkapan belajar anak sebanyak 250 paket, perlengkapan olahraga 30 paket, perlengkapan kebutuhan kelompok rentan (balita, lansia, kebutuhan khusus) sebanyak 850 paket.

"Semua bantuan tersebut saat ini sudah berada di gudang Dinsos Provinsi Papua dan siap diterbangkan ke Wamena," tambahnya.

Sebelumnya, bantuan tahap pertama yang telah disalurkan sebanyak 50 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) terdiri dari 10 ton lewat Jayapura, 10 ton ke distrik Mbua, distrik Yal, distrik Mbulmu Yalma dan 30 ton melalui Kabupaten Wamena.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan sembako pada tahap pertama kepada pengungsi. Sembako tersebut terdiri dari mie instan sebanyak 1.680 karton, gula pasir 9.520 kg, minyak goreng 9.873 liter, garam 19.200 bungkus, ikan kaleng 9.550 bungkus, kopi 9.550 bungkus dan beras 50 kg.

Harry mengatakan penanganan pengungsi korban konflik Kabupaten Nduga harus melibatkan semua unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah dan TNI/Polri. Penanganan pengungsi Nduga dilakukan sangat hati-hati karena berbeda dengan pengungsi korban bencana alam.

Dia mengakui saat ini pemerintah mengalami kendala dalam melakukan pendataan pengungsi Nduga, karena banyak pengungsi yang berada di rumah kerabatnya.

"Banyak dari mereka yang tinggal di rumah kerabatnya di Wamena. Hal ini menyulitkan identifikasi," ujar Harry.

Sementara itu berdasarkan laporan yang diberikan kodim 1702 Jayawijaya, kata Harry, pengungsi di kabupaten tersebut sudah kembali ke rumah keluarga masing-masing.

Laporan Kodim tersebut, dikatakan Harry, telah menjawab pemberitaan yang menyebutkan ada pengungsi meninggal akibat tidak ada penanganan dari pemerintah. 

"Dinas Sosial Kabupaten Wamena menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan korban meninggal dunia," tegas Harry.

Selain bantuan makanan dan kebutuhan lainnya, Kemensos juga memberikan layanan dukungan psikososial (LDP) pada Februari lalu.

Sebelumnya, Tim Solidaritas untuk Nduga mencatat 139 pengungsi Kabupaten Nduga, Papua, meninggal dunia karena menderita berbagai penyakit. Data ini dihimpun dari Desember 2018 hingga 16 Juli 2019.

"Untuk bulan ini saja sampai 16 Juli, tiga orang meninggal dunia. Sebagian meninggal dalam proses pengungsian dari Nduga ke Wamena dan ada yang meninggal di Wamena," kata peneliti dari Marthinus Academy, Hipolitus Wangge, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (19/7).

Hipolitus yang juga anggota Tim Solidaritas mengatakan ada sekitar 5.000 warga Nduga mengungsi ke Wamena karena konflik berkepanjangan antara kelompok bersenjata dengan aparat TNI/Polri.

(wis)