Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa semburan lumpur di kawasan kebun sawit milik warga itu terjadi sejak Jumat pekan lalu.
Warga yang melihat semburan lumpur tersebut segera melapor ke petugas kelurahan dan aparat setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayung Lencir, khususnya Kaliberau, memang dikenal dengan kandungan minyak besar, bahkan memiliki kandungan gas terbesar keempat di dunia, yang sudah mulai dieksploitasi oleh Repsol beberapa waktu lalu.
"Sekarang sudah berkurang tekanannya sejak ditangani Jumat lalu. SKK Migas dan KKKS sudah melakukan mitigasi dan penanganan," ujar Andi.
Ia berharap aparat kepolisian menyelidiki kasus ini agar pelakunya bisa ditangkap. Mereka pun meminta dukungan penuh dari pihak kepolisian serta Pemkab Muba terkait pembukaan akses jalan ke lokasi agar proses penanggulangan semburan lumpur dapat dilakukan.
"Pelaku illegal drilling perlu ditindak karena menimbulkan banyak kerugian. Setelah semburan terkendali, [harus ada] tindak lanjut dan peran pemda dan instansi terkait agar ke depannya bisa dicegah," ujar dia. (idz/has)