"Separatis namanya kalau begitu, tentu kita akan berpegang kepada TNI, pemerintah pusat tidak bisa menerima seperti itu," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (23/7).
JK mengatakan, selama ini pemerintah telah berupaya menyelesaikan konflik yang terjadi dengan cara damai. Namun ia tak menampik bahwa prajurit TNI yang bertugas di Nduga dapat menyerang balik anggota KKSB jika memang kelompok tersebut tak mau berdamai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu evaluasi pasti ada, tapi tugas tentara melindungi pekerja-pekerja infrastruktur. Itu malah diserang semua. Kita juga sudah adakan dialog, tapi memang ada kelompok yang ingin bikin separatisme, kelompok bersenjata," katanya.
"Kita belasungkawa pada prajurit yang tewas. Itu tugas Pemda setempat untuk evaluasi, tidak perlu pusat, cukup bupati, gubernur periksa berapa jumlah pengungsi, karena yang butuh bantuan daerah," kata JK.
"Masyarakat juga bantu tentara untuk beri informasi bagaimana keamanan di sana sehingga dapat dijaga," imbuhnya.
Anggota TNI sendiri sudah berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran terhadap KKSB. Namun, dengan pertimbangan keamanan karena medan yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan.
[Gambas:Video CNN] (psp/osc)