Mega Jamu Prabowo, Demokrat Kenang Politik Nasi Goreng SBY

CNN Indonesia | Kamis, 25/07/2019 13:25 WIB
Mega Jamu Prabowo, Demokrat Kenang Politik Nasi Goreng SBY Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengungkit 'politik nasi goreng' yang berlangsung di kediaman ketua umum (ketum) partainya di Cikeas, Jawa Barat saat merespons pertemuan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, kemarin.

Pertemuan Mega dan Prabowo terjadi di kediaman Mega di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu Mega menghidangkan menu nasi goreng kepada Prabowo.

Hinca berkata 'politik nasi goreng' di kediaman Megawati bukan yang pertama kali terjadi karena pertemuan antara tokoh politik dengan sajian menu nasi goreng sudah lebih dulu dilakukan oleh SBY.


SBY diketahui melakukan 'politik nasi goreng' saat menjamu Prabowo di kediamannya pada 27 Juli 2017 untuk membahas rancangan Undang-undang Pemilu yang tengah digodok di DPR kala itu.

"Saya kira politik nasi goreng yang di Teuku Umar kemarin juga bukan suatu yang baru, pernah juga muncul waktu SBY di Cikeas bertemu dan silahturahminya juga bagus," kata Hinca di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (25/7).

Mega-Prabowo Bertemu, Demokrat Kenang Politik Nasi Goreng SBYPertemuan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto di Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Anggota DPR RI itu kemudian mengapresiasi pertemuan yang telah berlangsung antara Megawati dengan Prabowo. Menurutnya, pertemuan tersebut baik, penting, dan memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa semua pemimpin bisa duduk bersama.

Hinca tak mempermasalahkan bila hanya Gerindra dari empat partai pengusung Prabowo-Sandiaga yang diundang bertemu dengan Megawati. Menurutnya, perjalanan waktu masih panjang dan segala kemungkinan masih dapat terjadi.

"Biasanya siapa tamu yang datang bergantung tuan rumah yang mengundang. Jadi jangan salahkan pertemuan itu kalau tuan rumah mengundang seseorang. Mungkin besok lusa dan yang akan datang pertemuan-pertemuan serupa juga akan terjadi, waktu masih panjang," ucapnya.

Demokrat, kata Hinca, mendorong agar pertemuan-pertemuan antara tokoh politik nasional untuk mendapatkan sosok yang mengisi pos menteri di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin kelak dapat terus terjadi.

Hinca juga menegaskan bahwa Demokrat menyerahkan sepenuhnya kewenangan untuk memilih sosok menteri kepada Jokowi sebagai pemilik hak prerogatif.

"Kalau istilahnya ini belanja begitu ya, shopping untuk cari orang. Pergi ke sana ke sini, menerima sana menerima sini, saya kira begitu prosesnya untuk mendapatkan yang terbaik," ujar Hinca.

[Gambas:Video CNN] (mts/wis)