Kronologi Penembakan Polisi Cimanggis oleh Rekan Sendiri

CNN Indonesia | Jumat, 26/07/2019 07:48 WIB
Berawal dari adu mulut terkait tindakan terhadap pelaku tawuran, seorang polisi menembak rekannya sendiri di Mapolsek Cimanggis, Kota Depok, semalam. Ilustrasi penembakan. (Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang anggota polisi tewas diduga ditembak rekannya sendiri di Markas Polsek Cimanggis, Kota Depok, Kamis (25/7) malam. Penembakan itu terjadi sekitar pukul 20.50 WIB dengan korban adalah Brigadir Kepala Rahmat Efendi, dan terduga pelaku Brigadir RT.

Peristiwa penembakan itu pun dikonfirmasi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

"Ya betul kejadian tersebut," ujar Argo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (26/7).


Selanjutnya, sambung Argo, pelaku penembakan yang telah diamankan itu dibawa ke Mapolda Metro Jaya semalam. Sementara itu, jenazah korban dibawa ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur, guna diautopsi pada dini hari tadi.


Sementara itu, seperti dilansir Antara, peristiwa penembakan itu terjadi karena Brigadir RT kesal permintaannya tak dituruti korban.

Perselisihan bermula dari Rahmat yang juga anggota Samsat Polda Metro Jaya mengamankan seorang pelaku tawuran berinisial FZ, pada Kamis malam.

Kemudian datang orangtua remaja yang tawuran bersama dengan Brigadir RT ke Polsek Cimanggis. Mereka meminta agar FZ dipulangkan saja untuk dibina orang tuanya.

Rahmat menolak sembari menjelaskan bahwa proses sedang berjalan. Mendengar hal tersebut, Brigadir RT pun naik pitam. Ia kemudian mengambil senjata dan menembaki Rahmat. Berdasarkan informasi yang didapatkan senjata api itu jenis HS 9.

Sesaat setelah kejadian, aparat kepolisian berhasil meringkus Brigadir RT dan membawanya ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Sementara itu jenazah Rahmat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono di RS Polri Kramat Jati pada dini hari tadi. Seperti disiarkan CNNIndonesia TV, Eddy mengatakan, "Ini musibah yang dialami Polri khususnya Polda Metro Jaya. Ini masih kita dalami, tunggu saja."


[Gambas:Video CNN]

(Antara/kid)