Polsek Cimanggis Kembali Normal Beberapa Jam Usai Penembakan

CNN Indonesia | Jumat, 26/07/2019 08:32 WIB
Masyarakat masih mendatangi Polsek Cimanggis untuk mengurus keperluan mereka, namun wartawan yang hendak meliput tak diperbolehkan memasuki kantor Polsek. Suasana Polsek Cimanggis, Depok, Jumat (26/7). (CNNIndonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Depok, CNN Indonesia -- Aktivitas pelayanan masyarakat di Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat, terlihat berjalan normal beberapa jam usai insiden penembakan polisi. Masyarakat yang datang mengurus keperluan mereka dilayani oleh petugas yang berjaga.

Pantauan CNNIndonesia.com pagi hari ini, sejumlah masyarakat mendatangi Polsek Cimanggis. Mereka datang untuk mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) atau dokumen lainnya. 

Sebelumnya, insiden penembakan terjadi di Polsek Cimanggis pada Kamis (25/7) malam. Brigadir RT menembak Bripka Rahmat Efendi hingga tewas sekitar pukul 20.00 WIB.


Beberapa jam usai peristiwa itu tidak ada aktivitas yang menonjol di Polsek Cimanggis.

Penjagaan dari polisi normal. Hanya saja, wartawan tak diperkenankan memasuki kantor Polsek Cimanggis. Wartawan yang datang hanya boleh masuk hingga ke sebuah posko tepat di depan kantor Polsek. 

Polsek Cimanggis Kembali Normal Beberapa Jam Usai PenembakanPolsek Cimanggis pada Jumat (26/7), beberapa jam usai insiden penembakan. (CNNIndonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Sejumlah petugas yang ditanya ihwal penembakan itu juga memilih tak bicara banyak. Para petugas kompak menyebut bahwa kasus penembakan itu telah ditangani Polres Depok dan Polda Metro Jaya. Adapun situasi lalu lintas di depan Polsek Cimanggis tampak ramai lancar.

Penembakan terhadap Bripka Rahmat Efendi terjadi di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Cimanggis. Wartawan tak diizinkan melihat tempat kejadian perkara.

Insiden ini dipicu oleh Brigadir RT yang kesal permintaannya tak dituruti. Sebelumnya Brigadir RT meminta Rahmat agar mengembalikan seorang pelaku tawuran berinisial FZ kepada orang tuanya.

Rahmat yang merupakan anggota Samsat Polda Metro Jaya menolak permintaan itu sambil menjelaskan bahwa proses sedang berjalan.

Mendengar hal tersebut, Brigadir RT pun naik pitam. Ia kemudian mengambil senjata dan menembaki Rahmat. Berdasarkan informasi yang didapatkan senjata api itu jenis HS 9.

Korban Bripka Rahmat langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diotopsi. Sementara pelaku dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.
(ryn/wis)