Gadis Diperkosa Enam Orang, Warga Sumenep Datangi Polsek

CNN Indonesia | Sabtu, 27/07/2019 00:45 WIB
Gadis Diperkosa Enam Orang, Warga Sumenep Datangi Polsek Ilustrasi. (Istockphoto/Coldsnowstorm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan warga mendatangi kantor Kepolisian Sektor Kota Sumenep, Jawa Timur, sambil menangis untuk menuntut hukuman setimpal bagi enam pria pelaku pemerkosaan terhadap gadis yang masih berusia 19 tahun.

Seorang anggota keluarga korban, Ferdi, mengatakan bahwa ia sengaja mendatangi mapolsek pada Jumat (26/7) dengan membawa puluhan warga lantaran mengetahui tersangka sudah dibekuk polisi.

"Kami hanya ingin menuntut agar si pelaku ini bisa dijerat hukum, bahkan kalau bisa jangan dikasih ampunan," kata Ferdi kepada CNNIndonesia.com.


Ferdi menceritakan bahwa pada Kamis (25/7) pagi, korban berpamitan kepada keluarganya untuk bermain dengan temannya dengan membawa kabel pengisi daya ponsel.
Saat ia berpamitan, keluarga mengizinkan. Namun, keluarga tidak mengetahui korban hendak pergi ke mana.

"Sampai larut malam tidak juga pulang. Kami mencurigai ada sesuatu, bahkan kami khawatir," tutur Ferdi.

Gadis tersebut akhirnya pulang pada Jumat pagi, tapi dalam kondisi mencurigakan. Awalnya, korban tidak menceritakan hal yang menimpa dirinya.
Namun setelah dipaksa, akhirnya ia memberi tahu bahwa dirinya dipaksa berhubungan seks dengan kekasihnya.

"Kami sudah tahu kalau tersangka sudah ditangkap polisi, makanya kami menuntut agar sanksi hukum benar-benar menjeratnya," ucap Ferdi.

Kapolsek Kota, AKP Widiarti, membenarkan kantor markasnya didatangi puluhan warga yang ingin mengawal langsung proses penyelidikan terhadap pelaku pencabulan.
Menurut Widi, korban pencabulan tersebut berinisial W yang masih berumur 19 tahun. Ia tidak hanya diperkosa pacarnya, tapi juga lima pria lain.

"Setelah satu orang melakukan aksinya, pelaku keluar kamar, kemudian masuklah pelaku lainnya hingga enam orang pelaku itu," katanya.

Pacar si gadis, kata Widi, adalah warga Kecamatan Gapura. Lima pelaku lain, di antaranya berasal dari Desa Pamolokan dan Kelurahan Kepanjin.

"Tiga tersangka sudah menyerahkan diri. Tinggal dua yang belum," ucap Widi. (nrs/has)