Daftar Nama Tim Teknis Kasus Novel Diumumkan Polri 1 Agustus

CNN Indonesia | Selasa, 30/07/2019 14:21 WIB
Daftar Nama Tim Teknis Kasus Novel Diumumkan Polri 1 Agustus Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan personel dari tim teknis akan diumumkan ke publik awal bulan depan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mabes Polri tengah merampungkan nama-nama yang akan masuk ke dalam Tim Teknis pengusutan penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan personel dari tim teknis akan diumumkan ke publik awal bulan depan.

"Nanti tanggal 1 Agustus nanti akan disampaikan," kata Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/7).

Dedi mengungkapkan jumlah personel tim teknis bertambah dari semula yang disebut akan beranggotakan 50 orang.


"Informasi yang saya dapat lebih dari 50 orang, bisa sampai 90 orang yang akan dilibatkan di dalam pengungkapan kasus saudara NB," kata Dedi.


Selain itu, dia memastikan tim tersebut diisi para personel terbaik kepolisian. Oleh karena itu, harapan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan pelaku diungkap selambat-lambatnya dalam waktu tiga bulan akan diusahakan secara serius oleh tim.

"Sesuai arahan Presiden, tiga bulan, Insyaallah," ujar Dedi.

Jenderal bintang satu polisi itu menjelaskan sistem kerja tim teknis tidak hanya terpaku pada enam kasus yang pernah ditangani Novel. Dedi mengatakan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan pada kasus lainnya.

Sebelumnya, tim gabungan bentukan Kapolri menyebut kasus teror air keras terhadap Novel Baswedan dipicu oleh kasus-kasus yang ditangani Novel. Lima kasus adalah kasus korupsi dan satu kasus yang pernah ditangani Novel saat masih di kepolisian.

"Enam kasus oke tetap, tapi tidak terpaku terhadap enam kasus tersebut, tidak menutup kemungkinan juga bisa berkembang juga. Ini masih berproses artinya tim bekerja secara secepat maksimal efektif dan efisien," tuturnya.

Pembentukan tim teknis sendiri merupakan rekomendasi dari tim pakar yang terdiri dari ahli di luar Polri kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.


[Gambas:Video CNN] (ryn/kid)