Laut Kepulauan Seribu Ikut Tercemar Minyak dari Karawang

CNN Indonesia | Selasa, 30/07/2019 19:58 WIB
Laut Kepulauan Seribu Ikut Tercemar Minyak dari Karawang Salah satu pulau di Kepulauan Seribu. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya ada lima pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu yang diduga ikut tercemar dari tumpahan minyak mentah atau pek milik PT Pertamina. Turut tercemarnya wilayah Kepulauan Seribu itu diketahui setelah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan instansi terkait lainnya mengecek ke wilayah perairan tersebut.

"Terdapat ceceran pek yang diduga dari kebocoran pipa minyak Pertamina anjungan lepas Pantai Karawang. Ceceran pek ditemukan di lokasi bibir pantai Pulau Untung Jawa, Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Kelor," kata Kepala Seksi Penanganan Pengaduan dan Sengketa Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Rusliyanto saat dihubungi, Selasa (30/7).


Rusliyanto menerangkan Pemprov DKI Jakarta dan instansi terkait sedang membersihkan pek di dua pulau yaitu Pulau Untung Jawa dan Rambut. Selain itu Rusliyanto juga menyebut potensi dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan pencemaran itu adalah kerusakan biota laut. Namun, sampai saat ini pihaknya masih menelaah lebih lanjut mengenai dampak yang terjadi.


"Sampai Senin, 29 Juli 2019, pek yang terkumpul di Pulau Untung Jawa dan Rambut sekitar 1.000 karung. Yang sudah dibawa dan dimusnahkan oleh Pertamina 475 karung," terangnya.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum menyebut dalang dari kebocoran minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ) di bibir pantai Cilamaya, pesisir utara Karawang, Jawa Barat.

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan secara mendalam.

"Belum tahu, saya tidak berani bicara itu perusahaan X atau lain sebagainya itu harus dicek karena minyak itu kan juga bisa dicek fingerprint-nya. Jadi, kita bisa tahu bahwa minyak itu berasal dari mana tapi kita belum sampai ke situ," kata Vivien kepada awak media di kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (28/7).

Vivien pun kembali menegaskan KLHK sampai saat ini tengah melakukan deliniasi (penarikan garis batas sementara suatu objek atau wilayah) untuk dilakukan pemulihan pascakebocoran minyak itu.

Selain itu, KLHK pun meminta Pertamina untuk segera melakukan penanganan kebocoran minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ) di Karawang, Jawa Barat itu.


Sementara itu PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengatakan gelembung gas terjadi di sekitar anjungan lepas pantai YYA, Blok Migas Offshore North West Java (ONWJ) yang terletak sekitar 2 kilometer dari Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat.

Vice President Relations PHE Ifki Sukarya, insiden bermula saat dilakukan pengeboran sumur reaktivasi YYA-1 pada Jumat (12/7) lalu.

Selain itu, terkait kebocoran, Ifki menyatakan pihaknya mengapresiasi keterlibatan masyarakat untuk turut membersihkan sisa limbah di sekitar pesisir partai terdampak.

Ifki menjelaskan sebagai operator sumur YYA-1, PHE ONWJ terus mengupayakan pembersihan sisa limbah yang lepas dari alat penyedot minyak mentah di laut sekitar anjungan YY.

"Masyarakat di sekitar wilayah operasi PHE ONWJ sudah beberapa kali mendapatkan sosialisasi dan pelatihan mengenai proses pembersihan pantai dari tumpahan minyak. Ini merupakan langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya ceceran minyak yang lepas ke laut hingga pantai," ungkapnya dikutip dari rilis yang diterima hari ini.


[Gambas:Video CNN] (ani/kid)