Hal ini, kata Doni, membuktikan bahwa Indonesia adalah negara paling banyak menelan korban dalam urusan kebencanaan sepanjang tahun 2018. Padahal di tahun-tahun sebelumnya peringkat pertama untuk urusan ini masih disandang oleh Haiti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, selama 20 tahun terakhir Indonesia menempati peringkat kedua jumlah korban terbanyak, dengan posisi pertama ditempati oleh Haiti.
Gempa bumi di Haiti pad a2010 disebut menewaskan 200 ribu orang. REUTERS/Ricardo Rojas) |
Lebih lanjut, untuk mengatasi bencana ini kata Doni tentunya pemerintah tak dapat bekerja sendirian. Diperlukan kerjasama bukan hanya dengan stakeholder terkait tetapi juga seluruh masyarakat.
"Lantas apa yang perlu kita lakukan untuk bisa melindungi menyelamatkan bangsa dan rakyat kita? Pemerintah tidak mungkin bisa bekerja sendirian," kata dia.
Pembangunan gedung juga menurut Doni harus memperhatikan kawasan rawan gempa hingga tsunami.
Ia mencontohkannya dengan peristiwa gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah yang terjadi beberapa bulan lalu. Saat kejadian berlangsung sejumlah bangunan roboh hingga menimpa masyarakat dan menyebabkan banyaknya korban.
Gempa Lombok, NTB, diklaim sumbang sebagaian besar korban bencana Indonesia di 2018. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) |
"Di Sulteng, rumah yang rusak itu mencapai lebih dari 110 ribu unit. 33 ribu lebih itu rusak berat. Jadi ini pun yang menimbulkan korban jiwa itu adalah bukan gempanya, tetapi bangunan yang menimpa masyarakat kita," kata dia.
Menurut data BNPB, pada 2017 terjadi 2.862 bencana. Setahun kemudian, terjadi 2.426 bencana. Namun, dari segi korban meninggal dunia dan hilang, jumlahnya melonjak drastis dari 378 korban menjadi 4.231 korban.
(tst/arh)
Gempa bumi di Haiti pad a2010 disebut menewaskan 200 ribu orang. REUTERS/Ricardo Rojas)
Gempa Lombok, NTB, diklaim sumbang sebagaian besar korban bencana Indonesia di 2018. (