Kepala Bidang Penanggulangan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengatakan pesawat tersebut diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma dan tiba di Landasan Udara Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Rabu (31/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain daya jelajah yang lebih luas, Cessna pun dinilai lebih hemat dalam hal penggunaan bahan bakar daripada helikopter untuk kebutuhan patroli udara.
"Setiap hari pesawat ini akan terbang patroli. Saat melakukan pantauan, tim udara akan melapor apabila ditemukan kebakaran, apakah pemadaman harus dilakukan tim udara atau petugas darat," tuturnya.
"Saat ini potensi bertambahnya titik api akan semakin tinggi karena suhu lahan semakin tinggi. Namun dengan total yang terbakar 140 hektare hingga Juli lalu ini masih tergolong terkendali karena kurang dari 200 hektare," imbuh Ansori.
Lihat juga:88 Hektare Padang Savana di Rinjani Terbakar |
Dirinya mengungkapkan karhutla yang paling parah terjadi di Kabupaten Ogan Ilir dengan lahan yang terbakar mencapai 72,15 hektare. Disusul 57,7 hektare di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), 6 hektar di Kabupaten Banyuasin, serta 0,5 hektare di Kota Lubuklinggau.
"Lahan yang terbakar kebanyakan lahan mineral, ada juga yang lahan gambut terbakar. Gambut ini yang mudah terbakar apabila kering dan sulit dipadamkan," ujar Ansori.
[Gambas:Video CNN] (idz/arh)