PVMBG Pastikan Alat Pantau Tangkuban Parahu Berfungsi Normal

CNN Indonesia | Jumat, 02/08/2019 13:32 WIB
PVMBG Pastikan Alat Pantau Tangkuban Parahu Berfungsi Normal Petugas mengukur amplitudo pergerakan aktivitas Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu yang terekam melalui seismograf di pos pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Cikole, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (2/8). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani memastikan alat pantau di pos pengamatan Gunung Tangkuban Parahu berfungsi normal. Status Gunung Tangkuban Parahu diketahui ditingkatkan menjadi waspada sejak Jumat (2/8) pukul 08.00 WIB. 

Kasbani menjelaskan, jarak antara pos pengamatan PVMBG dengan pusat kawah sekitar 1,8 kilometer.

"Kita ada 4 seismik yang dipantau terus oleh teman-teman di lapangan," kata Kasbani dalam keterangannya kepada pers di Ruang Monitoring PVMBG, Bandung, Jumat (2/8).


Selain itu, kata Kasbani, pihaknya sedang mengusahakan CCTV yang bisa tersambung ke website PVMBG. Sehingga siapapun nantinya bisa melihat perkembangan kawah.
"Gunung Tangkuban Parahu ini terpantau dan terlaporkan dengan baik. Tim kami ada di atas sana yang memantau setiap saat," katanya.

Ia pun meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman bahaya Gunung Tangkuban Parahu pascaerupsi.

"Masyarakat tidak perlu waswas tapi tetap waspada jangan dekati kawah, harus di luar 1,5 kilometer itu aman," kata Kasbani.

PVMBG meningkatkan status Gunung Tangkuban Parahu dari level I (normal) menjadi level II (waspada). Hal itu seiring adanya peningkatan aktivitas vulkanik di gunung tersebut.

Gunung Tangkuban Parahu kembali mengalami erupsi, pada Kamis (1/8) pukul 20.46 WIB dengan tinggi kolom abu kurang lebih 180 meter dari dasar kawah. PVMBG melakukan pengamatan secara intensif untuk memantau aktivitas Gunung Tangkuban Parahu.
Kasbani mengatakan dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Tangkuban Perahu. Erupsi pertama terjadi pada 26 Juli dengan ketinggian kolom abu setinggi kurang lebih 200 meter dari atas puncak. Sampai Jumat (2/8) pukul 08.00 WIB, tercatat ada 8 kali erupsi.
[Gambas:Video CNN]
(hyg/ain)