Bau Belerang Tangkuban Parahu Tercium Hingga 5 Km dari Kawah

CNN Indonesia | Sabtu, 03/08/2019 15:15 WIB
Bau Belerang Tangkuban Parahu Tercium Hingga 5 Km dari Kawah Gunung Tangkuban Parahu. (TIMUR MATAHARI / AFP)
Bandung, CNN Indonesia -- Warga yang tinggal di sekitar Gunung Tangkuban Parahu di Subang, Jawa Barat mulai terbiasa menghirup bau belerang. Bau belerang tersebut terutama dirasakan warga yang tinggal berjarak hingga lima kilometer dari pusat kawah.

Ketua RW 12 Desa Karyawangi, Dayat (37) yang tinggal dekat perkebunan teh Sukawana mengaku mulai terbiasa menghirup belerang meski aroma itu timbul dengan tidak menentu.

"Kadang mulai dari pagi lalu sorenya juga bau. Tergantung kalau ada erupsi," kata Dayat, Sabtu (3/8).


Gunung Tangkuban Parahu selama lebih dari satu pekan atau sejak Jumat (26/7) lalu, beberapa kali mengalami erupsi.

Saat erupsi pada Jumat lalu itu, Dayat menyebutkan abu vulkanik Gunung Tangkuban Parahu sempat turun hingga ke kawasan pemukiman yang berjarak lebih dari 5 kilometer dari gunung api tersebut. Sementara ketebalan abu vulkanik mencapai 0,5 centimeter.

Selain itu, kata dia, aroma belerang saat erupsi pertama terasa paling menyengat. "Sekarang itu yang paling parah, baunya terasa banget sampai sini," ucap Dayat.

Sejauh ini Dayat mengaku belum ada laporan warga yang mengalami sesak nafas akibat menghirup belerang maupun abu vulkanis. Namun sejumlah warga ada yang mengeluh akibat peternakan dan pengolahan daun teh yang terganggu.

"Sejak Jumat pekan kemarin itu baunya sempat menurun, tapi Kamis kemarin ada pemberitahuan lagi katanya naik lagi levelnya," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM menyatakan kenaikan status Gunung Tangkuban Parahu, dari sebelumnya level I (Normal) menjadi level II (Waspada). Kepala PVMBG Kasbani mengatakan peningkatan status mulai berlaku efektif pada Jumat (2/8) pukul 08.00 WIB.

PVMBG juga mengimbau agar masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung tidak mendekati kawah utama atau Kawah Ratu yang ada di puncak gunung dalam radius 1,5 kilometer.

[Gambas:Video CNN] (hyg/wis)