BMKG Buka Suara Soal Isu Gempa Susulan Magnitudo 9

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Sabtu, 03/08/2019 16:09 WIB
BMKG Buka Suara Soal Isu Gempa Susulan Magnitudo 9 Karyawan berada di luar gedung perkantoran sesaat setelah terjadi gempa di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (2/8). (ANTARA FOTO/Narasi.Tv/Dwi Prasetya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono membantah isu gempa susulan berkekuatan Magnitudo 9 setelah terjadinya gempa Banten Magnitudo 6,9 Jumat (2/8) malam. Isu itu sempat muncul dan tersebar di media sosial.

"Isu yang berkembang tersebut tidak benar karena peristiwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapa pun, kapan, di mana, dan berapa kekuatannya," ujar Rahmat lewat pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (3/8).

Lebih lanjut, ia memaparkan gempa bumi terjadi akibat deformasi batuan yang terjadi secara tiba-tiba pada titik gempa yang sebelumnya mengalami akumulasi medan tegangan (stress) di zona tersebut.


"Pengaruh penjalaran stress untuk proses selanjutnya secara kuantitatif masih sulit untuk diketahui," katanya.

Selain itu, Rahmat mengatakan bahwa teori yang berkembang saat ini baru dapat menjelaskan bahwa sebuah gempa bumi utama dapat membangkitkan atau memicu aftershocks.

Sehingga menurutnya, masih sulit memperkirakan rentetan gempa besar seperti beberapa kasus gempa bumi doublet, triplet (dua atau tiga kejadian gempa bumi tektonik dalam waktu dan lokasi yangg relatif berdekatan), dan seterusnya.

Pihak BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tapi juga waspada serta jangan mudah percaya isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hal yang lebih penting, tambahnya, adalah melakukan langkah-langkah mitigasi terkait kesiapan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi.

"Siapkan bangunan rumah Anda sesuai dengan konstruksi aman gempa, siapkan perabotan-perabotan yang kuat dan dapat menjadi tempat perlindungan sementara saat terjadi gempa," imbaunya.

"Siapkan jalur evakuasi yang aman di lingkungan tempat tinggal Anda, selanjutnya terus berlatih untuk evakuasi mandiri, dan terus pantau informasi terkait bencana lewat saluran media sosial BMKG.," katanya lagi. (agn/fea)