"Isu yang berkembang tersebut tidak benar karena peristiwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapa pun, kapan, di mana, dan berapa kekuatannya," ujar Rahmat lewat pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Rahmat mengatakan bahwa teori yang berkembang saat ini baru dapat menjelaskan bahwa sebuah gempa bumi utama dapat membangkitkan atau memicu aftershocks.
Hal yang lebih penting, tambahnya, adalah melakukan langkah-langkah mitigasi terkait kesiapan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi.
"Siapkan bangunan rumah Anda sesuai dengan konstruksi aman gempa, siapkan perabotan-perabotan yang kuat dan dapat menjadi tempat perlindungan sementara saat terjadi gempa," imbaunya.
"Siapkan jalur evakuasi yang aman di lingkungan tempat tinggal Anda, selanjutnya terus berlatih untuk evakuasi mandiri, dan terus pantau informasi terkait bencana lewat saluran media sosial BMKG.," katanya lagi. (agn/fea)