Jelang Kongres V PDIP, Peserta dan Peninjau Tiba di Bali

PDIP, CNN Indonesia | Selasa, 06/08/2019 16:44 WIB
Jelang Kongres V PDIP, Peserta dan Peninjau Tiba di Bali Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peserta dan Peninjau Kongres V PDI Perjuangan sudah berdatangan di Bali dan disambut panitia acara yang akan dibuka pada 8 Agustus nanti. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan dirinya beserta sejumlah panitia mengecek lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak menjelang kongres tersebut.

Hasto menjelaskan untuk mengawali rangkaian menuju Kongres, Malam Budaya akan digelar di Pandawa Stage, Hotel Grand Inna Bali Beach, pada jam 18.00 WITA, Rabu (7/8).

Malam Budaya sendiri akan berisi sejumlah tari dilanjutkan dengan doa bersama untuk kelancaran acara. Kali ini, tema yang diusung adalah 'Solid Bergerak untuk Indonesia Raya', sementara subtemanya adalah 'PDI Perjuangan menuju Partai Pelopor dan Modern'.

Saat Malam Budaya, selain pidato ucapan selamat datang Ketua DPD PDIP Provinsi Bali I Wayan Koster, Ibu Ketua Umum PDIP Megawati
Soekarnoptri juga dijadwalkan memberikan sambutan," kata Hasto dalam keterangannya, Selasa (6/8).



Diperkirakan, total undangan baik utusan dan peninjau pada saat pembukaan mencapai 2.200 orang yang terdiri dari DPP, DPD dan DPC sebagai peserta kongres. Sedangkan peninjau terdiri dari anggota Fraksi PDIP, Badan Pusat PDIP, Sayap Pusat PDIP hingga kepala daerah kader PDIP.

Hasto juga mengatakan penyelenggaraan Kongres V berkomitmen untuk mendukung kebijakan Partai di dalam menghadirkan lingkungan yang bersih, dan ramah lingkungan. Karena itulah untuk keperluan mimun peserta diberikan tumbler, sedangkan hidangan kuliner tidak memakai bahan plastik sekali pakai.

"Dekorasi dan aksesoris tidak menggunakan bahan plastik atau styrofoam," tambahnya. Komitmen terhadap lingkungan ini sejalan dengan filsafat dasar kehidupan masyarakat Bali, Tri Hita Karana.


Konsep kosmologi Tri Hita Karana merupakan falsafah hidup yang menjaga seuruh keseimbangan alam raya seisinya.

"Pada dasarnya hakikat ajaran Tri Hita Karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. Ketiga hubungan itu meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan Tuhan yang saling terkait satu sama lain," tegasnya. (asa)