Disebut Ada Penyusup, Konsolidasi PDIP Surabaya Sempat Ricuh

CNN Indonesia | Senin, 15/07/2019 00:03 WIB
Disebut Ada Penyusup, Konsolidasi PDIP Surabaya Sempat Ricuh Konsolidasi PAC PDIP se-Surabaya diwarnai aksi pemukulan. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konsolidasi Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Surabaya diwarnai kericuhan. Hal tersebut terjadi di Kantor DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur, bilangan Kendangsari, Surabaya, Minggu (14/7)

Insiden itu dipicu saat disosialisasikan Peraturan PDIP Nomor 28/2019 yang berisi peraturan konsolidasi PDI Perjuangan Melalui DPD dan DPC dalam rangka Kongres ke-V PDIP.

Pantauan di lokasi, tiba-tiba dari arah dalam ruangan konsolidasi berlangsung, orang-orang terdengar berteriak, kemudian seorang pria digiring keluar oleh anggota Satgas Cakra Buana yang mengamankan.


Ketua PAC PDIP Simokerto, Tri Widayanto, terlihat keluar mengejar pria itu dan melayangkan pukulan. Melihat hal itu anggota Satgas Cakra Buana dengan sigap memisah mereka berdua.

Usai kericuhan tersebut, belum ada keterangan resmi apa penyebab terjadinya insiden itu di dalam ruangan.

Namun, sejumlah kader PAC PDIP lain di luar gedung, melontarkan teriakan bahwa pria itu adalah penyusup.

"Penyusup-penyusup, itu bukan pengurus PAC tapi ikut masuk," kata salah satu kader yang berada di luar gedung.

Kendati demikian konsolidasi yang dihadiri jajaran, PAC se-Kota Surabaya di dalam ruangan tetap berlangsung dan tak terganggu adanya kericuhan tersebut.

Usai konsolidasi, Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi mengatakan, konsolidasi ini berkaitan dengan gaduh protes PAC atas keputusan DPP PDIP yang memilih Adi Sutarwijono menjadi Ketua DPC Surabaya yang baru, menggantikan Whisnu Sakti Buana. Keputusan itu kemudian dianggap tak sesuai dengan usulan PAC.

Protes sejumlah PAC ini disampaikan dalam Rapat Kerja Cabang di Empire Palace Surabaya pada Minggu, pekan lalu.Sementara konsolidasi di Kantor DPD PDIP ini untuk memberikan pengertian atas keputusan DPP yang telah diambil.

Hasil sosialisasi ini pun kata Kusnadi, akan segera diketahui pada Konfercab susulan PAC PDIP se-Kota Surabaya, dalam waktu dekat. Soal waktu kapan Konfercab itu akan digelar, Kusnadi mengatakan hal tersebut akan ditentukan oleh DPP secara langsung.

"Kita menunggu kapan kemudian DPP menjadwalkan kembali Konfercab lanjutan, bukan hanya Surabaya, tapi juga Bojonegoro dan Banyuwangi. Konfercab itu akan dilaksanakan sebelum tanggal 27 Juli," kata dia.

Menurutnya sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengertian kepada PAC, bahwa keputusan DPP yang menunjuk Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya, adalah hak prerogatif Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari Bisowarno menambahkan, meski dalam mekanismenya PAC boleh mengusulkan beberapa nama calon ketua DPC. Namun keputusannya tetap pada wewenang DPP. Hal itu sebagai mana tercantum pada pasal 44 Bab X Ketentuan Khusus Peraturan PDIP nomor 28 tahun 2019.

"Apapun pasal 44 peraturan partai segala sesuatunya menjadi keputusan DPP. DPP bisa saja menentukan nama yang ada di luar usulan itu," kata dia. (frd/sur)