"Gue udah berusaha menghindar dari media selama tiga tahun ini," kata Ronny berbisik.
Ronny Poluan seorang seniman. Lulusan Institut Kesenian Jakarta. Dia adalah otak di balik kegiatan Jakarta Hidden Tour. Mengusung jalan-jalan yang tak biasa, Ronny mengundang turis asing melihat permukiman kumuh ibu kota. Biaya perjalanan dipungut 50 dolar AS. Setengah dari 'donasi' itu dia sumbangkan ke warga-warga yang ia kunjungi. Kegiatannya itu sudah dilakoni sejak 2008.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Buku Harian dari Kampung Kumuh |
Inisiator Jakarta Hidden Tour, Ronny Poluan (kiri). (Dok. Jakarta Hidden Tour) |
Ronny mengaku kupingnya sudah tebal. Sejak 11 tahun lalu, Ronny dipandang sebagai provokator. Menjual kemiskinan kepada bangsa asing, pasar utama dia dalam kegiatan Jakarta Hidden Tour. Namun menurutnya, Jakarta Hidden Tour ibarat cermin. Sebuah refleksi kegagalan pemerintah dalam memanusiakan warganya.
"Ketika yang ada di cermin itu jelek, jangan kau hancurkan cermin itu. Yang terjadi dengan permukiman kumuh adalah kegagalan kemanusiaan. Fail of humanity," kata Ronny.
Lihat juga:Menanti Sentuhan Anies di Kampung Akuarium |
Aktivitas Jakarta Hidden Tour. (Jakarta Hidden Tour) |
Ronny mengilas balik kenangan ide tentang tur di slum area bermula pada 2008. Saat itu, di sekitar Kota Tua, Jakarta Barat, dia melihat turis asing tengah bercengkerama dengan warga miskin.
"Itu warga pun diem aja, karena enggak bisa ngomong, Cuma 'hai mister, yes, yes'. Kalau ini diketemuin 'nyala nih'. Coba ah," ujar Ronny.
Dalam kegiatannya, Ronny selalu mengingatkan kepada para tamunya: 'You are not my tourist. You are my partisipant in my development project,' Ronny mengusung tiga program dalam Jakarta Hidden Tour: 3E (Emergency, Education, Empowerment). Pokoknya, kata Ronny, uang donasi yang dia berikan ke kampung kumuh itu dapat berdaya guna sesuai kebutuhan mereka masing-masing.
"Saya sempat merenung. Upset, kecewa berat untuk tidak mengatakan marah melihat kondisi orang miskin itu. Lalu suatu saat saya menangis. Saya pikir ini tidak adil, ada ketidakadilan," ujar dia.
Ronny juga menyesalkan, penataan permukiman kumuh, khususnya di ibu kota, berjalan tanpa koordinasi. Semua sektor terkait berjalan masing-masing. Tak seirama.
"Si RT bikin sendiri, si DPRD bikin sendiri, dinas sosial bikin sendiri, BPS bikin sendiri. Jadi kita bertanya, yang bapak asli mana? mereka punya kepentingan masing-masing supaya sukses. Kita sama-sama tahu itu," sindirnya.
"Kenapa harus dihentikan. Apa yang salah di saya? saya menjawab itu, saya hanya sebagai cermin saja," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (ain/ain/ain)

Aktivitas Jakarta Hidden Tour. (Jakarta Hidden Tour)