Polisi Bakal Periksa Pemilik Kafe Lokasi Nobar PSM vs Persija

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 06/08/2019 22:47 WIB
Polisi Bakal Periksa Pemilik Kafe Lokasi Nobar PSM vs Persija Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar. (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi bakal memanggil pemilik Kafe Komandan, Tebet, yang menjadi lokasi nonton bareng (nobar) pendukung PSM Makasar untuk menyaksikan pertandingan antara tim itu melawan Persija Jakarta.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan pemeriksaan terhadap pemilik kafe lantaran acara nobar tersebut tidak memberikan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian.

"Ya nanti kita minta keterangan mereka kenapa tak beri tahu ke kita," kata Indra di lokasi, Selasa (6/8).


Diungkapkan Indra, dari keterangan pendukung PSM yang ikut nobar, diperkirakan bahwa tidak akan banyak pendukung yang nobar di lokasi itu.


Namun kenyataannya, pendukung PSM yang ikut nobar melebihi ekspektasi. Menurut Indra, jumlah pendukung PSM yang datang ke lokasi diperkirakan sebanyak 30 orang.

"Sementara kata mereka yang nonton awalnya cuma sedikit, tapi yang datang melebihi ekspektasi," ucap Indra.

Kafe Komandan yang berlokasi di Tebet, Jakarta Selatan, sempat diserang sekelompok orang pada Selasa (6/8). Terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.

Diketahui pertandingan PSM Makassar melawan Persjia Jakarta berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Makassar pada petang tadi.

Dalam laga tersebut, PSM Makassar menang 2-0 sehingga berhasil mengangkat trofi Piala Indonesia. PSM Makassar keluar sebagai juara Piala Indonesia dengan kemenangan agregat 2-1.


Bentrokan bermula saat pendukung PSM merayakan kemenangan timnya dengan berjoget di lokasi nobar. Kemudian, pendukung Persija yang melintas di lokasi tiba-tiba melakukan aksi pelemparan.

Saat itu, pendukung PSM Makassar sempat keluar area nobar dan menantang para pendukung Persija yang melintas.

Polisi bahkan sempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang terlibat kerusuhan tersebut.

"Kepolisian melakukan langkah-langkah memberikan tembakan gas air mata agar bisa membubarkan diri," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di lokasi, Selasa (6/8). (dis/end)