Satu Jam Mencekam Pendukung PSM Bertahan di Kafe Komandan

CNN Indonesia | Rabu, 07/08/2019 16:32 WIB
Satu Jam Mencekam Pendukung PSM Bertahan di Kafe Komandan Kafe Komandan di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, setelah terjadi kerusuhan usai laga PSM Makassar vs Persija Jakarta, Selasa (6/8): CNN Indonesia/Aria Ananda
Jakarta, CNN Indonesia -- Acara nonton bareng (nobar) para pendukung PSM Makassar di Kafe Komandan, Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/8) berakhir rusuh. Para pendukung PSM Makassar itu diserang puluhan orang saat sedang merayakan kemenangan tim kesayangan mereka atas Persija Jakarta di final Piala Indonesia.

Polisi menduga kelompok penyerang adalah pendukung Persija Jakarta. Dugaan polisi ini diperkuat oleh kesaksian juru parkir Kafe Komandan, Amir Setiawan.

Amir ada di lokasi saat serangan terjadi. Dia mengatakan sekumpulan orang yang menyerang pendukung PSM itu, mengenakan atribut kelompok suporter pendukung Persija.


Para penyerang, kata Amir, muncul tiba-tiba dari arah jalan raya dan langsung menyerang kafe.

"Tiba-tiba banyak dari arah jalan raya pada berdatangan. Banyak, ada sekitar puluhan orang. Jalan kaki, enggak pakai bus. Terus Mereka nyerang, lempar-lemparin petasan, batu sama botol ke arah kafe," kata Amir kepada CNNIndonesia.com.

Pendukung PSM mencoba bertahan mendapat serangan mendadak itu. Mereka membalas dengan melempari benda-benda yang ada, untuk mencegah kelompok penyerang masuk lebih jauh ke dalam kafe.

Warga setempat turut membantu para pendukung PSM dan pedagang yang terjebak di Kafe Komandan. Warga, kata Amir, mengevakuasi mereka pendukung PSM dan pedagang menuju jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terletak tak jauh dari kafe.

Amir berkata kerusuhan tersebut berlangsung sekitar satu jam, hingga bantuan dari kepolisian datang dan mengamankan lokasi kejadian.

"Sekitar satu jam lebih, jam 19.00 udah reda soalnya polisi udah datang pakai dua mobil," kata Amir.

Polisi saat melakukan pengamanan sempat melemparkan gas air mata untuk menghalau massa. 

Korban Luka dan Kerusakan

Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, namun beberapa pendukung PSM mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu, botol kaca, dan petasan.

"Luka sih ada, cuma beberapa orang, untungnya gak ada yang sampai meninggal. Saya dan warga langsung bantu membuka jalur melarikan diri buat fans PSM dan pedagang di dalam kafe, ke arah berlawanan kebanyakan ke jembatan penyeberangan ada juga yang kabur ke arah lain" ujarnya.

Satu mobil milik pendukung PSM juga mengalami pecah pada bagian kaca belakang, dan penyok di beberapa bagian. Sedangkan beberapa motor mengalami kerusakan bagian bodi karena jatuh dan terlempar batu.

Serangan tersebut pun turut merugikan pihak setempat. Stefanus, salah satu pedagang kopi yang membuka gerai di kafe tersebut mengaku beberapa atribut kafe seperti meja dan kursi rusak akibat kerusuhan tersebut.

"Meja, kursi, rusak gara gara dilempar batu petasan. Ke arah atap juga," Kata Stefanus.

Bahkan, Stefanus mengaku sempat khawatir terjadi akibat percikan petasan yang mengenai tempat sampah dan daun kering di kafe tersebut. Namun, untungnya, api berhasil dipadamkan oleh warga setempat sebelum membesar.

"Sempat ada kebakaran, di tempat sampah gara-gara kena petasan. Apinya lumayan gede, untung bisa saya padamkan dibantu warga dan RT setempat," ucap Stefanus.

Amir menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi, beberapa fans Persija ikut nonton bareng di Kafe Komandan.

Amir menjelaskan bahwa sebelum kerusuhan terjadi, fans PSM dan beberapa fans Persija sangat akur menyaksikan jalan pertandingan. Mereka bahkan bernyanyi bersama. 

"Akur mereka, sempat nyanyi dan joget bareng bahkan, enggak ada yang bertengkar sampai selesai," Kata Amir.

Polisi sejauh ini telah menangkap sembilan orang yang diduga melakukan aksi penyerangan ke Kafe Komandan.

"Sudah ada tangkap beberapa pelaku," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib saat dikonfirmasi.

Andi tak menjelaskan secara rinci perihal identitas sembilan orang yang diamankan, termasuk soal apakah mereka bagian dari pendukung salah satu tim.

Sembilan orang yang diamankan itu diduga sebagai pihak yang memprovokasi pendukung PSM Makassar yang saat kejadian tengah asyik nobar di lokasi.

"Tidak bicara masalah pendukung-pendukung, mereka hanya sekelompok orang yang memprovokasi. Mereka dikatakan bukan pendukung Persija," tuturnya.

Sembilan orang tersebut kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian.

"Ada sembilan orang, ada yang masih remaja, ada yang di bawah umur, ada dewasa, semuanya orang Tebet, mereka melakukan pelemparan," ujar Andi.

[Gambas:Video CNN] (ara/wis)