Jokowi Sebut Jumlah Menteri 2019-2024 Tetap 34

CNN Indonesia | Kamis, 08/08/2019 18:56 WIB
Jokowi Sebut Jumlah Menteri 2019-2024 Tetap 34 Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa jumlah kementerian dalam kabinet periode kedua nanti sama dengan periode pertama, yakni berjumlah 34. Dengan demikian, tidak ada pengurangan atau penambahan nomenklatur kementerian.

"Jumlahnya menteri 34," ucap Jokowi di sela-sela Kongres PDIP ke-V di Denpasar, Bali, Kamis (8/8).

Jokowi belum mau merinci tentang kementerian yang kemungkinan dilebur dan juga rencana pembentukan kementerian baru. Dia juga belum menjelaskan secara spesifik apakah ada perbedaan dengan nomenklatur kementerian di periode pertama.


Selain itu, Jokowi pun belum mau membeberkan berapa jumlah wakil menteri pada periode selanjutnya. Dia hanya mengatakan bahwa 34 kursi menteri akan dibahas secara menyeluruh dengan sembilan partai politik pengusungnya di Pilpres 2019 lalu.

"Tapi tidak dalam waktu dekat ini karena kita masih ketemu dengan ketua-ketua koalisi kita aja belum," ucap Jokowi.
Jokowi juga tidak menutup pintu bagi partai lain yang ingin bergabung ke dalam koalisi. Salah satunya Partai Gerindra yang dipimpin oleh Prabowo Subianto.

Terlebih, Jokowi sendiri sudah bertemu dengan Prabowo usai Pilpres 2019. Begitu pula dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang sempat menggunakan politik nasi goreng untuk sepakat rukun kembali setelah Pilpres 2019.

"Ya semuanya kan lewat hitungan, kalkulasi, kajian-kajian yang disesuaikan dengan kepentingan bangsa, kepentingan negara. Kalau memang baik untuk bangsa dan negara, kenapa tidak," ujar Jokowi.

Jumlah kementerian di masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sebanyak 34. Sempat terjadi reshuffle kabinet beberapa kali.
Banyak yang mengusulkan ada penggabungan beberapa kementerian. Misalnya, PDIP yang menyarankan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan dilebur menjadi satu.

Jauh hari, banyak juga yang mengusulkan agar pemerintah membentuk kementerian khusus pencegahan atau penanggulangan bencana. Itu dinilai perlu karena Indonesa sering mengalami bencana alam.

Sejauh ini, Jokowi sudah mengatakan bahwa komposisi kabinet selanjutnya bakal lebih banyak diisi oleh kalangan profesional. Namun, dia juga membuka opsi jumlah kalangan profesional dan parpol berimbang dalam kabinet.

"Kira-kira 60 (partai), 40 (profesional) atau 50:50. Kira-kira itu," ujar Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (12/7).
[Gambas:Video CNN] (dhf/sur)