"Jumlahnya menteri 34," ucap Jokowi di sela-sela Kongres PDIP ke-V di Denpasar, Bali, Kamis (8/8).
Jokowi belum mau merinci tentang kementerian yang kemungkinan dilebur dan juga rencana pembentukan kementerian baru. Dia juga belum menjelaskan secara spesifik apakah ada perbedaan dengan nomenklatur kementerian di periode pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi tidak dalam waktu dekat ini karena kita masih ketemu dengan ketua-ketua koalisi kita aja belum," ucap Jokowi.
"Ya semuanya kan lewat hitungan, kalkulasi, kajian-kajian yang disesuaikan dengan kepentingan bangsa, kepentingan negara. Kalau memang baik untuk bangsa dan negara, kenapa tidak," ujar Jokowi.
Jumlah kementerian di masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sebanyak 34. Sempat terjadi reshuffle kabinet beberapa kali.
Jauh hari, banyak juga yang mengusulkan agar pemerintah membentuk kementerian khusus pencegahan atau penanggulangan bencana. Itu dinilai perlu karena Indonesa sering mengalami bencana alam.
Sejauh ini, Jokowi sudah mengatakan bahwa komposisi kabinet selanjutnya bakal lebih banyak diisi oleh kalangan profesional. Namun, dia juga membuka opsi jumlah kalangan profesional dan parpol berimbang dalam kabinet.
"Kira-kira 60 (partai), 40 (profesional) atau 50:50. Kira-kira itu," ujar Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (12/7).
[Gambas:Video CNN] (bmw/dhf/sur)