Masinton: Prinsip Trisakti Soekarno Penting untuk Milenial

PDI Perjuangan, CNN Indonesia | Jumat, 09/08/2019 16:56 WIB
Masinton: Prinsip Trisakti Soekarno Penting untuk Milenial Politikus PDIP Masinton Pasaribu saat menjadi pembicara dalam acara diskusi. (Dok. PDI Perjuangan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyebut prinsip Trisakti yang diajarkan oleh Bung Karno masih relevan dan penting untuk dipahami oleh generasi muda milenial dalam menghadapi berbagai tantangan global dewasa ini. Prinsip Trisakti sendiri adalah kedaulatan politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Ia juga mengatakan PDI Perjuangan bisa menjadi kendaraan politik bagi generasi tersebut dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia saat ini, seperti perekonomian atau radikalisme.

Hal itu merupakan salah satu benang merah diskusi 'demokrasi arus bawah' yang digelar di sela Kongres V DPP PDI Perjuangan, di Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (9/8).


"Muncul gerakan ekstrem. Liberalisasi ekonomi yang tidak menciptakan keadilan. Indonesia yang ber-Trisakti ini relevan dalam menghadapi tantangan ini," kata Masinton.

Masinton menilai sangat tak tepat bila ada suara yang menyebut Indonesia sebaiknya kembali ke era Orde Baru untuk bisa menjawab tantangan global yang aktual.

Justru, menurut Masinton, Trisakti adalah konsep yang masih bisa terus digunakan. Lebih jauh, Masinton menilai partai politik sangat memiliki peranan dalam memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

Dengan kekuatan seluruh elemennya, lanjutnya, parpol bisa menjadi pemandu untuk mencapai kondisi terbaik dalam menghadapi segala tantangan yang ada.

"PDI Perjuangan misalnya harus menjadi partai pelopor, menyiapkan kader-kader terbaik bangsa. Memperkuat ideologi dan program," kata Masinton.

Pembicara lainnya, Adian Napitupulu, mengatakan PDI Perjuangan adalah parpol yang sudah teruji dengan segala rekam jejaknya untuk bisa menjadi pemandu bagi generasi milenial dalam menghadapi tantangan jaman.

"Partai ini sudah teruji. Ditangkap, dipukuli. Partai ini lahir dari proses sejarah, bukan instan," kata Adian.

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri menyatakan pihaknya menyadari perubahan, khususnya generasi yang diberi label milenial. Karenanya perlu ada formula untuk membuat para kaum ini, menyadari akan arti penting bangsa dan negara tersebut, sehingga mau terlibat membangun.

"Boleh saja aksi (kalangan) milenial, tapi ada dasar-dasar yang namanya kebangsaan, yang tidak bisa ditinggalkan oleh mereka. Baik di Indonesia ataupun di dunia," kata Megawati.

Megawati menyebut masalah ke depan kian besar. Dirinya mencontohkan konflik yang terjadi di Timur Tengah, yang sampai sekarang belum selesai. Ketegangan pelan-pelan bermunculan, dan dimana ini harus diselesaikan generasi mendatang, dengan pemahaman yang tak salah arah.

Dia berharap para generasi muda mendatang bisa menyelesaikan hal ini. Dan salah satunya, melalui partai politik yang menjadi kendaraan, khususnya bagi generasi muda. (vws)