Golkar Mengaku Ogah Minta Jatah Kursi Menteri ke Jokowi

CNN Indonesia | Sabtu, 10/08/2019 21:43 WIB
Golkar Mengaku Ogah Minta Jatah Kursi Menteri ke Jokowi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memastikan partainya tak akan meminta jatah menteri seperti yang sudah dilakukan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Airlangga bilang kursi menteri bukan untuk dipinta, melainkan diisi oleh orang-orang berkompeten. "Kami tidak minta berapa-berapa karena ini bukan persoalan berapa, tapi sesuai dengan kompetensi pada pemerintah," kata Airlangga di bilangan Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8).

Ia pun menegaskan partai berlogo pohon beringin tidak menargetkan kadernya masuk ke dalam kabinet 2019-2024. Kata Airlangga, menteri merupakan penugasan, bukan incaran partai.

"Menteri bukan diincar, tapi penugasan dari presiden. Kami tidak mematok angka, tapi kami tentu menyiapkan kader di masing-masing bidang yang nantinya bisa sesuai dengan rencana program pemerintah sampai 2024," kata Menteri Perindustrian tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Lebih dari itu Airlangga menolak mengomentari permintaan Megawati ke Jokowi terkait kader PDI Perjuangan harus paling banyak menjadi menteri Jokowi nanti.

Sebelumnya Megawati meminta jatah terbanyak buat kader PDI Perjuangan untuk duduk di lingkaran pemerintahan pada periode kedua Jokowi. Permintaan itu disampaikan secara terbuka dalam kongres, bahkan disaksikan langsung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Permintaan itu pun lantas direspons Jokowi dan menyatakan bahwa PDI Perjuangan akan mendapatkan jatah menteri terbanyak.

Menurut Airlangga jika pun permintaan Megawati dikabulkan, hal itu menjadi hak prerogatif presiden. 
"Kalau Golkar melihatnya bahwa ini adalah prerogatif Pak Presiden. Kembalikan ke Pak Presiden," ucap Airlangga.


(ryh/dea)