Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengungkap ada 'penumpang gelap' dalam barisan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski awalnya begitu percaya, kata dia, Prabowo sadar dengan status 'penumpang gelap' saat kelompok itu menyarankan mengorbankan ulama dan emak-emak untuk memancing amarah rakyat.
Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut ada kelompok yang meminta Prabowo mengorbankan kaum emak-emak dan ulama demi memicu amarah rakyat. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati) |
Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan pernyataan Dasco itu tak terlepas dari manuver Gerindra merapat ke pemerintahan Jokowi.
Gerindra, kata dia, sudah tidak lagi sejalan dengan kelompok tersebut. Ujang menyebut agenda Gerindra saat ini adalah masuk barisan pemerintahan periode kedua Jokowi.
Ujang berujar ada kemungkinan sebagian elite Gerindra memang tak cocok dengan kelompok 'penumpang gelap' sejak pilpres. Namun, kelompok ini memiliki basis massa yang cukup banyak untuk modal Prabowo bertarung di pilpres.
Momen pascapilpres ini disebut Ujang merupakan momentum para elite Gerindra untuk memisahkan diri dari 'penumpang gelap'. Apalagi angin rekonsiliasi sedang berhembus.
Kerusuhan 22 Mei yang bertujuan menentang hasil rekapitulasi KPU memakan banyak korban luka maupun meninggal. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) |
Dihubungi terpisah, pengamat komunikasi politik Universitas Bunda Mulia Silvanus Alvin menyampaikan pernyataan Dasco sebagai pembuka dari strategi Gerindra memastikan kursi di pemerintahan Jokowi.
Di momen penentu ini, kata Alvin, Gerindra menyatakan diri pernah disusupi penumpang gelap guna merayu PDIP dan Jokowi.
"Memang momennya adalah masa-masa pencarian, pembagian jatah kabinet. Gerindra bagaimanapun juga merapat ke PDIP karena berusaha mengambil kue, sedikit jatah dari kabinet pemerintahan mendatang," jelasnya.
Alvin menyebut Gerindra seolah-olah menyatakan dirinya sebagai korban atau playing victim. Mereka hendak membersihkan 'dosa-dosa' di Pilpres 2019 agar mulus masuk kabinet.
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Prabowo, saat bertemu di rumah Mega, Jl Teuku Umar. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Nanti narasinya akan diungkit pada saat 2009 bahwa Mega dan Prabowo pernah maju bersama, bahwa PDIP dan Gerindra punya sejarah koalisi," Alvin menerangkan.
[Gambas:Video CNN] (dhf/arh)
Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut ada kelompok yang meminta Prabowo mengorbankan kaum emak-emak dan ulama demi memicu amarah rakyat. (
Kerusuhan 22 Mei yang bertujuan menentang hasil rekapitulasi KPU memakan banyak korban luka maupun meninggal. (
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Prabowo, saat bertemu di rumah Mega, Jl Teuku Umar. (CNN