Buntut Kontroversi Enzo, BPIP Cek Sosialisasi Pancasila Akmil

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 15:45 WIB
Buntut Kontroversi Enzo, BPIP Cek Sosialisasi Pancasila Akmil Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono (kedua dari kiri), Selasa (13/8). (CNN Indonesia/ Aini Putri Wulandari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Hariyono mengatakan akan mendatangi Akademi Militer (Akmil) untuk melihat proses sosialisasi Pancasila kepada para taruna.

Langkah ini diambil BPIP merespons kabar penerimaan Enzo Zenz Allies, warga keturunan Prancis, yang sempat diisukan menjadi simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, diketahui pada Selasa (13/8) memastikan Zenz tetap dipertahankan sebagai taruna.

"Kita akan datang baik-baik ke kepemimpinan TNI, khususnya di Akmil, bagaimana proses sosialisasi Pancasila ke sana," kata Hariyono di gedung BPIP, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).


Hariyono menegaskan, selalu ada kemungkinan bahwa seseorang yang dulunya tidak Pancasilais bisa berubah menjadi Pancasilais. Sebaliknya, mereka yang tidak percaya Pancasila kini bisa berideologi Pancasila.
Menurutnya, kasus Enzo bisa menjadi contoh bagi masyarakat dan pemerintah bahwa proses memahami ideologi tidak hanya berasal dari bawaan keturunan.

"Tetapi hasil proses sosialisasi dan internalisasi," jelasnya.

Sebelumnya, Enzo sempat viral karena melalui akun media sosial, terpampang foto Enzo sedang memegang bendera bertuliskan kalimat tauhid. Bendera itu identik dengan HTI yang sudah dibubarkan oleh pemerintah dua tahun lalu. Enzo bersama ibunya disebut-sebut simpatisan HTI dan pendukung khilafah.
Selama beberapa pekan keberadaan Enzo menjadi kontroversi, TNI buka suara. KSAD Jenderal Andika Perkasa memastikan Enzo tetap dipertahankan sebagai taruna.

"Nilai moderasi beragama (Enzo) 5,9 dari nilai maksimum 7. Oleh karena itu kami memutuskan tetap mempertahankan Enzo dan seluruh taruna yang kami terima," kata Andika Perkasa di Mabes AD, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).
[Gambas:Video CNN] (ani/ain)