Golkar Sebut Demokrat Bisa Perkuat Koalisi Pemerintah

Feri Agus, CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 01:10 WIB
Golkar Sebut Demokrat Bisa Perkuat Koalisi Pemerintah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan wacana Partai Demokrat bergabung dalam koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin tak serta merta membuat partai berlambang bintang mercy itu masuk dalam kabinet pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua.

Airlangga menyebut Demokrat bisa saja masuk dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf di DPR. Menurutnya, kehadiran partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu bisa memperkuat Koalisi Indonesia Kerja di parlemen.

"Kalau di parpol kan kursinya di parlemen. Jadi tentu akan bisa memperkuat koalisi di parlemen," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/8).


Menteri Perindustrian itu menyatakan koalisi Jokowi-Ma'ruf yang kuat di parlemen bisa mengawal setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, baik terkait perundang-undangan, fungsi anggaran, maupun juga pengawasan.

"Dengan semakin besar koalisi, tentu itu akan memperkuat posisi pemerintah," tuturnya.

Namun, Airlangga enggan berspekulasi apakah nantinya Demokrat bakal mendapatkan posisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) ketika menjadi koalisi Jokowi-Ma'ruf di parlemen. Menurutnya, penentuan AKD dilakukan proporsional oleh fraksi yang mendapatkan kursi di Senayan.

"Karena di AKD di periode sebelumnya hampir semua partai mendapatkan posisi di AKD," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Sjarifuddin Hasan alias Syarief Hasan mengatakan mayoritas kader ingin Partai Demokrat bergabung dengan koalisi partai politik pendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Namun, menurutnya, hal tersebut hanya bisa terwujud bila terdapat kecocokan antara Demokrat dengan parpol di koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Memang mayoritas memang ingin bergabung, dengan catatan, ya kalau memang chemistry dan kebersamaannya bisa dibangun," kata Syarief kepada wartawan, Selasa (13/8).

Ia menerangkan suara-suara kader yang ingin mendukung Jokowi masih berupa pandangan pribadi sejauh ini. Menurutnya, Demokrat masih menyusun agenda rapat Majelis Tinggi untuk menentukan posisi yang akan diambil di pemerintahan mendatang.

Syarief mengklaim, Demokrat memiliki hubungan yang baik dengan Jokowi. Namun, menurutnya, pihaknya masih ragu dengan sikap parpol di koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf bila Demokrat kelak bergabung. (fra/fea)