Airlangga Bantah Korbankan PPP soal Jatah Kursi Pimpinan MPR

CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 17:35 WIB
Airlangga Bantah Korbankan PPP soal Jatah Kursi Pimpinan MPR Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan paket pimpinan MPR dari partai koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin berdasarkan perolehan suara dalam Pemilu 2019. Komposisi paket MPR yang dibentuk terdiri dari empat partai atau fraksi dan satu anggota DPD.

"Paket itu kan terdiri dari empat parpol plus satu (anggota) DPD. Nah tentu empat parpol itu usulannya yang berkembang dalam pembicaraan koalisi ya paket dari koalisi," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/8).

Airlangga memastikan empat partai yang masuk dalam paket pimpinan MPR ini merupakan anggota koalisi Jokowi-Ma'ruf. Diketahui, partai koalisi Jokowi-Ma'ruf yang lolos ke DPR antara lain, PDI Perjuangan, Golkar, PKB, NasDem, dan PPP.


Menteri Perindustrian itu mengatakan empat partai koalisi yang masuk dalam paket pimpinan MPR ditentukan berdasarkan perolehan suara. Airlangga menolak anggapan satu partai dikorbankan dalam pembentukan paket pimpinan MPR 2019-2024.

Melihat hasil Pemilu 2019, perolehan suara lima partai koalisi Jokowi-Ma'ruf berdasarkan suara terbanyak yakni, PDI Perjuangan 19,33 persen; Golkar 12,31 persen; PKB 9,69 persen; NasDem 9,05 persen; dan PPP 4,25 persen.

"Itu bukan korban, tergantung suaranya, perolehan suaranya (dalam Pemilu 2019)," ujarnya.

Saat disinggung soal kemungkinan PPP yang tak masuk dalam paket pimpinan MPR dari koalisi Jokowi-Ma'ruf, mengingat perolehan suara yang kecil, Airlangga tak menjawab tegas. Ia hanya menyebut ada posisi lain yang bisa diisi PPP, seperti alat kelengkapan dewan.

"Ya nanti kan, di DPR itu kan banyak, ada AKD, banyak yang bisa dikembangkan," tuturnya.

Mengutip Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3, Pasal 427C, pimpinan MPR terdiri satu orang ketua dan empat wakil ketua.

Pimpinan MPR dipilih dari dan oleh anggota MPR dalam satu paket yang bersifat tetap. Bakal calon pimpinan MPR berasal dari fraksi dan/atau kelompok anggota disampaikan di dalam sidang paripurna.

Masing-masing fraksi dan anggota kelompok dapat mengajukan satu orang bakal calon pimpinan MPR.

[Gambas:Video CNN] (fra/osc)