Polisi Diserang KKB Saat Olah TKP Penembakan Brigadir Hedar

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 11:52 WIB
Polisi Diserang KKB Saat Olah TKP Penembakan Brigadir Hedar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan penembakan ke aparat kepolisian pada Selasa (13/8). Insiden penembakan itu terjadi saat sejumlah personel dari Polda Papua tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi Brigadir Polisi Anumerta Hedar di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Personel kepolisian dari Polda Papua pun merespons dengan melepaskan tembakan balasan dan melakukan pengejaran.

"Saat olah TKP pukul 11.27 WIT, tiba-tiba anggota mendapat tembakan dari arah seberang kali yang diduga dilakukan oleh KKB sehingga anggota langsung melakukan tembakan balasan serta melakukan pengejaran," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo lewat pesan singkat, Rabu (14/8).


Dedi menerangkan, KKB benar-benar menguasai Kabupaten Puncak Jaya, khususnya di lokasi penembakan Hedar. Namun, aparat kepolisian bersama TNI telah mengendalikan kondisi saat ini.

Setelah melepaskan tembakan balasan dan pengejaran, menurutnya, kondisi di lokasi kembali aman dan kondusif sehingga olah TKP  penembakan Hedar dilanjutkan. Dedi mengatakan olah TKP berakhir pada pukul 13.15 WIT.

"Masih diserang sama KKB waktu olah TKP kemarin. Mereka betul-betul menguasai wilayah tersebut. Namun, sampai dengan saat ini situasi keamanan distrik tersebut dapat dikendalikan Polri bersama TNI," kata Dedi.

Hedar sebelumnya disandera sekelompok orang yang diduga KKB, ketika hendak melakukan penyelidikan dengan menyamar di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Dia mendatangi daerah Puncak Jaya dengan menggunakan sepeda motor bersama rekannya Bripka Alfonso.

Keduanya bertugas tanpa mengenakan seragam polisi dan tidak membawa senjata. Mereka menyamar seperti warga untuk mencari informasi mengenai dugaan intimidasi KKB terhadap sejumlah warga di sana.

Setibanya di Kampung Usir, Hedar dipanggil oleh temannya. Motor yang dikendarai oleh Alfonso itu pun berhenti dan Hedar menghampiri temannya tersebut. Sementara Alfonso menunggu di atas motor.

Saat Hedar berbincang dengan temannya itu tiba-tiba datang sekelompok orang dan langsung menyergap serta membawa Hedar.

Mengetahui itu, Alfonso langsung kabur dan tancap gas dan melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Polisi di Kago, Kabupaten Puncak Jaya. Sementara Hedar diketahui tewas ditembak saat hendak melarikan diri.

Sebagai tanda jasa, Hedar mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Brigadir Satu menjadi Brigadir Polisi. (mts)