Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan awalnya Hedar melakukan penyelidikan tentang dugaan intimidasi yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, saat sedang perjalanan penyelidikan itu Hedar dan Alfonso dipanggil oleh temannya yang juga bertugas di kawasan Puncak, Papua tersebut.
Penyerangan oleh kelompok separatis juga sebelumnya dialami oleh prajurit TNI, di Nduga, Papua. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana) |
"Dia melakukan penyelidikan tanpa identitas, undercover, senjata ditinggalkan dan sebagainya," ucap Dedi.
Namun, kata Dedi, saat dilakukan pemanggilan itu secara tiba-tiba muncul anggota KKSB. Mereka pun melakukan penyergapan terhadap Hedar.
Lihat juga:Jenazah Briptu Heidar Dievakuasi ke Timika |
"Dari jalan raya menuju tempat penyanderaan kurang lebih sekitar hampir 100 meter," tuturnya.
Namun, ketika disandera Hedar melarikan diri. Informasi tentang Hedar yang melarikan diri pun tercium oleh KKSB. Tak tinggal diam, kelompok itu pun langsung menembak Hedar.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
"Kemudian tim TNI-Polri melakukan evakuasi terhadap Briptu Hedar. Jam 12.00 WIT almarhum mendapat anugerah kenaikan pangkat luar biasa menjadi Brigpol. Diterbangkan menggunakan pesawat sriwijaya dari Timika menuju ke rumah duka di Sulawesi Selatan untuk dimakamkan hari ini juga," ucap Dedi.
Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan rekan korban, Alfonso, sempat meminta pertolongan saat melihat rekannya disandera. Dia kemudian melaporkan peristiwa itu ke Pos Polisi di Kago, Kabupaten Puncak.
[Gambas:Video CNN] (gst/arh)
Penyerangan oleh kelompok separatis juga sebelumnya dialami oleh prajurit TNI, di Nduga, Papua. (
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi