Kronologi Brigadir Hedar Disandera saat Menyamar di Papua

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 15:39 WIB
Kronologi Brigadir Hedar Disandera saat Menyamar di Papua Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian menjelaskan kronologi penyanderaan yang dialami Brigpol Hedar (yang awalnya ditulis Briptu Heidar), anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua, oleh pihak yang diduga sebagai Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan awalnya Hedar melakukan penyelidikan tentang dugaan intimidasi yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua.

Hedar mendapatkan informasi dari masyarakat jika KKSB seringkali melakukan intimidasi terhadap mereka. Intimidasi itu dilakukan dengan merebut bahan makanan, penganiayaan hingga melakukan pemerkosaan.


"Berangkat dari informasi tersebut maka Briptu Hedar bersama rekannya (Bripka Alfonso) melakukan proses penyelidikan di wilayah tersebut," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/8).

Namun, saat sedang perjalanan penyelidikan itu Hedar dan Alfonso dipanggil oleh temannya yang juga bertugas di kawasan Puncak, Papua tersebut.

Penyerangan oleh kelompok separatis juga sebelumnya dialami oleh prajurit TNI, di Nduga, Papua.Penyerangan oleh kelompok separatis juga sebelumnya dialami oleh prajurit TNI, di Nduga, Papua. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Dalam penyelidikan itu, Hedar dan Alfonso tidak menggunakan seragam kepolisian. Mereka tengah menyamar sebagai warga untuk melancarkan penyelidikan yang dilakukan.

"Dia melakukan penyelidikan tanpa identitas, undercover, senjata ditinggalkan dan sebagainya," ucap Dedi.

Namun, kata Dedi, saat dilakukan pemanggilan itu secara tiba-tiba muncul anggota KKSB. Mereka pun melakukan penyergapan terhadap Hedar.

Saat melihat Hedar disergap, Alfonso pun menyelamatkan diri dengan menggunakan sepeda motornya tersebut.

"Dari jalan raya menuju tempat penyanderaan kurang lebih sekitar hampir 100 meter," tuturnya.

Namun, ketika disandera Hedar melarikan diri. Informasi tentang Hedar yang melarikan diri pun tercium oleh KKSB. Tak tinggal diam, kelompok itu pun langsung menembak Hedar.

Kronologi Penyanderaan Brigadir Hedar: Di Saat Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Jenazah Hedar ditemukan tak jauh dari lokasi dirinya disandera.

"Kemudian tim TNI-Polri melakukan evakuasi terhadap Briptu Hedar. Jam 12.00 WIT almarhum mendapat anugerah kenaikan pangkat luar biasa menjadi Brigpol. Diterbangkan menggunakan pesawat sriwijaya dari Timika menuju ke rumah duka di Sulawesi Selatan untuk dimakamkan hari ini juga," ucap Dedi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan rekan korban, Alfonso, sempat meminta pertolongan saat melihat rekannya disandera. Dia kemudian melaporkan peristiwa itu ke Pos Polisi di Kago, Kabupaten Puncak.

[Gambas:Video CNN] (gst/arh)