ICW: Beberapa Nama 20 Capim KPK Punya Catatan Kelam Masa Lalu

CNN Indonesia | Sabtu, 24/08/2019 13:16 WIB
ICW: Beberapa Nama 20 Capim KPK Punya Catatan Kelam Masa Lalu Gedung KPK. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koalisi Kawal Calon Pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai ke-20 nama yang diumumkan lolos pada tahapan profile assesment tidak menggambarkan masa depan cerah bagi KPK. 

Menurut salah satu anggota koalisi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana nama-nama tersebut cukup bermasalah. Misalnya, kata dia, masih ada calon di antara 20 nama tersebut yang tidak patuh dalam melaporkan LHKPN.

"Ada juga beberapa nama yang dinyatakan lolos seleksi mempunyai catatan kelam pada masa lalu," kata Kurnia dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (24/8)


Hal itu, menurut Kurnia mengartikan bahwa Pansel tidak mempertimbangkan isu rekam jejak dengan baik. Menurutnya patut dicatat apabila calon-calon dengan rekam jejak bermasalah lolos, berarti Pansel KPK berperan dalam pelemahan pemberantasan korupsi.

Pansel, kata Kurnia seharusnya memahami, bahwa setiap pernyataan, langkah, dan tindakan yang dilakukan adalah mewakili sikap Presiden. Oleh karena itu, Koalisi Kawal Capim KPK menuntut Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi Panitia Seleksi Pimpinan KPK 2019-2023.

"Pansel KPK agar lebih peka dan responsif terhadap masukan masyarakat serta mencoret nama-nama yang tidak patuh melaporkan LHKPN dan mempunyai rekam jejak bermasalah," kata Kurnia.

KPK pun ikut angkat bicara menanggapi 20 nama yang lolos dalam seleksi profile assesment beberapa waktu lalu. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan terdapat sejumlah capim yang memiliki rekam jejak yang tidak cukup baik.

Misalnya, dugaan penerimaan gratifikasi, ketidakpatuhan menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), dugaan pelanggaran etik saat bekerja di KPK, hingga dugaan perbuatan yang menghambat kerja KPK.

Sayangnya, Febri enggan merinci siapa-siapa saja nama yang masuh dalam daftar hitam tersebut.

"Tapi calon-calon itu masih lolos dan kita lihat namanya pada 20 nama saat ini," kata Febri terpisah.

Sebelumnya, Pansel Capim KPK mengumumkan 20 peserta lulus dari tes profile assesment. Sebelumnya ada 40 peserta mengikuti seleksi tahap kedua yang digelar Pansel Capim KPK pada 8-9 Agustus 2019.

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih mengatakan sebanyak 20 peserta yang lulus itu berasal dari latar belakang berbeda-beda. Setidaknya ada 3 orang, advokat sebanyak 1 orang, jaksa sebanyak 3 orang, hakim sebanyak 1 orang.

Kemudian anggota Polri sebanyak 4 orang, komisioner dan pegawai KPK sebanyak 2 orang, auditor sebanyak 1 orang, pensiunan jaksa 1 orang, PNS 2 orang, dan lain-lain sebanyak 2 orang.

[Gambas:Video CNN] (SAH/evn)