Lomba tahunan yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu diikuti oleh 31 penutur asing yang berasal dari 17 negara. Kemendikbud pada tahun ini mengangkat tema tentang toleransi.
Ada tiga sesi lomba yang diikuti oleh penutur asing, yakni pidato, bercerita, dan debat menggunakan bahasa Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Charlie mengaku kesukaannya terhadap bahasa Indonesia sejalan dengan kesukaan terhadap budaya dan makanan Indonesia. Ia menyebut budaya dan makanan Indonesia memiliki keunikan tersendiri.
Selama mempelajari bahasa Indonesia, pria yang kini duduk di jurusan Bahasa Indonesia dan Ekonomi Australian National University itu mengaku menemui sejumlah kesulitan, misalnya dalam memahami kosakata. Akan tetapi, ia menilai hal itu merupakan hal wajar dalam proses mempelajari bahasa sebuah negara.
"Jadi kadang-kadang saya membuat kesalahan, tapi saya suka sekali belajar bahasa Indonesia," ujarnya sambil tertawa.
Lihat juga:Enzo Allie dan Fakta di Balik Jejak Digital |
Penutur asing asal Thailand, Muhammad Amin Musa menilai bahasa Indonesia merupakan bahasa yang indah. Ia mulai mempelajari bahasa Indonesia sejak semester pertama di Chulalongkorn University, Bangkok. Amin sengaja memilih jurusan Bahasa Indonesia dan Ekonomi.
Selama proses belajar bahasa Indonesia, Amin mengaku tidak menemui hambatan yang berat. Kesulitannya hanya pada intonasi ketika mengucapkan kosakata bahasa Indonesia.
"Ada sejumlah intonasi yang agak begitu sulit bagi saya," ujar Amin.
Senada dengan Charlie, Amin mengaku memiliki ketertarikan dengan budaya dan masyarakat Indonesia. Ia takjub dengan Indonesia yang memiliki wilayah luas dan bahasa yang beragam.
"Indonesia menurut saya adalah negara yang indah ya," ujarnya.
Zebo mengaku masih kesulitan untuk menulis dan mengucapkan bahasa Indonesia karena perbedaan gaya bahasa dengan negaranya.
"Membaca adalah tidak mudah," ujar Zebo.
Meski kesulitan menguasai bahasa Indonesia, Zebo mengaku tetap tertarik belajar karena menyukai karakter masyarakat dan budaya Indonesia.
(jps/wis)