Susah-susah Mudah Penutur Asing Belajar Bahasa Indonesia

CNN Indonesia | Sabtu, 17/08/2019 07:45 WIB
Susah-susah Mudah Penutur Asing Belajar Bahasa Indonesia Lomba Berbahasa Indonesia bagi penutur asing di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (16/8). (CNN Indonesia/ Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Teriakan 'Aku Cinta Bahasa dan Budaya Indonesia' terdengar nyaring disuarakan oleh Warga Negara Asing dalam sesi penutup lomba berbahasa Indonesia bagi penutur asing yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (15/8).

Lomba tahunan yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu diikuti oleh 31 penutur asing yang berasal dari 17 negara. Kemendikbud pada tahun ini mengangkat tema tentang toleransi.

Ada tiga sesi lomba yang diikuti oleh penutur asing, yakni pidato, bercerita, dan debat menggunakan bahasa Indonesia.


Salah satu penutur bahasa Indonesia asal Australia, Charlie Barnes, mengatakan telah belajar bahasa Indonesia sejak duduk di bangku kelas 7 di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Australia.

Charlie mengaku baru pertama kali ikut lomba ini dan antusias bisa menjalaninya.

"Saya mulai belajar bahasa Indonesia kelas 7 SMP. Guru saya sangat menarik dan saya suka sekali bahasa Indonesia," ujar Charlie di Hotel Sultan, Jakarta.

Charlie mengaku kesukaannya terhadap bahasa Indonesia sejalan dengan kesukaan terhadap budaya dan makanan Indonesia. Ia menyebut budaya dan makanan Indonesia memiliki keunikan tersendiri.

Selama mempelajari bahasa Indonesia, pria yang kini duduk di jurusan Bahasa Indonesia dan Ekonomi Australian National University itu mengaku menemui sejumlah kesulitan, misalnya dalam memahami kosakata. Akan tetapi, ia menilai hal itu merupakan hal wajar dalam proses mempelajari bahasa sebuah negara.

"Jadi kadang-kadang saya membuat kesalahan, tapi saya suka sekali belajar bahasa Indonesia," ujarnya sambil tertawa.

Adapun terkait dengan lomba bagi penutur asing, ia menyebut dapat menambah pengalaman dan pemahaman akan bahasa Indonesia. Selain itu, ia berkata lomba tersebut telah membuat dirinya bertemu dengan banyak penutur bahasa Indonesia dari berbagai negara.

Penutur asing asal Thailand, Muhammad Amin Musa menilai bahasa Indonesia merupakan bahasa yang indah. Ia mulai mempelajari bahasa Indonesia sejak semester pertama di Chulalongkorn University, Bangkok. Amin sengaja memilih jurusan Bahasa Indonesia dan Ekonomi.

Selama proses belajar bahasa Indonesia, Amin mengaku tidak menemui hambatan yang berat. Kesulitannya hanya pada intonasi ketika mengucapkan kosakata bahasa Indonesia.

"Ada sejumlah intonasi yang agak begitu sulit bagi saya," ujar Amin.

Senada dengan Charlie, Amin mengaku memiliki ketertarikan dengan budaya dan masyarakat Indonesia. Ia takjub dengan Indonesia yang memiliki wilayah luas dan bahasa yang beragam.

"Indonesia menurut saya adalah negara yang indah ya," ujarnya.

Sementara itu, penutur asal Uzbekistan Mamadiyorova Zebo mengarakan telah mempelajari bahasa Indonesia sejak tiga tahun silam. 

Zebo mengaku masih kesulitan untuk menulis dan mengucapkan bahasa Indonesia karena perbedaan gaya bahasa dengan negaranya.

"Membaca adalah tidak mudah," ujar Zebo.

Meski kesulitan menguasai bahasa Indonesia, Zebo mengaku tetap tertarik belajar karena menyukai karakter masyarakat dan budaya Indonesia.

(jps/wis)