Zulhas Kisahkan Teladan Bung Karno Hatta, dan Agus Salim

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 09:53 WIB
Zulhas Kisahkan Teladan Bung Karno Hatta, dan Agus Salim Ketua MPR Zulkifli Hasan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam pidato Sidang Tahunan MPR 2019 meminta kepada seluruh penyelenggara negara untuk belajar keteladanan dari para pendiri bangsa. Zulkifli mengisahkan teladan kesederhanaan dari Sukarno, Muhammad Hatta, hingga Agus Salim.

"Pendiri bangsa yang memberi keteladanan bahwa memimpin adalah mengabdi, bukan sekadar jalan mencari kuasa," kata Zulkifli Hasan saat berpidato di Sidang Tahunan MPR, Jakarta, Jumat (16/8).

Zulhas, sapaannya, mengatakan para pendiri bangsa mengajarkan arti tentang kesederhanaan. Zulkifli menceritakan kisah Bung Karno yang pulang ke kediamannya dengan berjalan kaki setelah ditetapkan sebagai Presiden pertama dalam Rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), tanggal 18 Agustus 1945.


Saat itu telah masuk waktu berbuka puasa Ramadan. Tak sempat berbuka di rumah, Bung Karno lantas memilih buka puasa di pinggir jalan.

"Santapan berbuka puasanya adalah sate ayam yang dibelinya sendiri di pinggir jalan dari seorang pedagang tanpa pakaian atas, alias bertelanjang dada," kata Zulhas.
Tak hanya itu, Zulhas turut menceritakan Agus Salim belum memiliki rumah sendiri alias terus 'mengontrak' sampai akhir hayatnya. Bahkan, cerita Zulhas, santapan kesukaan pemimpin Sarekat Islam itu hanya nasi goreng kecap mentega tanpa ada yang istimewa.

"Kasur gulung, ruang makan, dapur, dan tempat menerima tamu di rumah kontrakannya bersatu dalam satu ruangan besar," kata dia.

Tak hanya itu, Zulhas turut menyinggung integritas dari seorang Wakil Presiden pertama RI, Muhammad Hatta dalam pidato di Sidang Tahunan MPR 2019. Hatta menurutnya menolak menerima uang sisa dana nonbudgeter usai ia berhenti sebagai wapres.

Melihat teladan itu, Zulhas mengatakan nilai-nilai keteladanan dari tokoh politik itu perlu diteladai dan diterapkan oleh seluruh pihak. "Itulah sepenggal kisah para Pendiri Bangsa yang akan terus hidup di tengah-tengah masyarakat dan patut kita teladani," kata dia.
(rzr/ain)