Polisi Tangkap Pedemo 'Anarko', Diduga Provokasi

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 16:23 WIB
Polisi Tangkap Pedemo 'Anarko', Diduga Provokasi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (CNN Indonesia/ Patricia Diah Ayu Saraswati).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan ada satu anggota kelompok Anarko yang diamankan bersama enam orang lainnya di depan Gedung TVRI, Jakarta Pusat saat hendak demonstrasi di Gedung DPR saat Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo.

"Iya betul (ada penangkapan), itu memang ada anggota kelompok Anarko yang diamankan anggota di lapangan, kita amankan secara preventif," tutur Argo saat dikonfirmasi, Jumat (16/8).

Penangkapan itu, kata Argo, dilakukan lantaran pendemo berkaus hitam ini diduga melakukan provokasi. Tak hanya itu, dia juga mengenakan kaus yang mengandung konten umpatan dan makian serta gambar polisi.


"Diduga memprovokasi, pakai kaus umpatan dan makian dalam bahasa Inggris, tapi ada gambar polisi," ujarnya.

Sebelumnya, polisi menangkap sekelompok orang, salah satu di antaranya berkaus hitam dan celana hitam di depan gedung TVRI. Mereka diduga hendak melakukan demonstrasi saat pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo di Gedung parlemen, Jakarta, Jumat (16/8).

Salah satu dari anggota kelompok terlihat keberatan saat polisi berupaya menggeledah ponsel milik orang tersebut.

"Ini privasi, Pak. Kenapa dengan ponsel saya?" tanya orang tersebut saat diperiksa polisi, Jumat (16/8), seperti dikutip dari Antara.

Polisi lantas membawa orang-orang tersebut menggunakan kendaraan tahanan milik Polda Metro Jaya.

Sidang Tahunan MPR 2019 sendiri digelar pada Jumat (16/8). Acara sidang tahunan MPR RI kali ini mengambil tema 'SDM Unggul, Indonesia Maju'.

Dalam sidang tahunan kali ini, Jokowi menyampaikan pidato dalam tiga sesi. Jokowi hadir didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istrinya, Mufidah Jusuf Kalla.

[Gambas:Video CNN] (dis/osc)