Kesepian di Tugu Proklamasi Saat HUT ke-74 RI

CNN Indonesia | Sabtu, 17/08/2019 20:35 WIB
Kesepian di Tugu Proklamasi Saat HUT ke-74 RI Suasana di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, pada Hari Kemerdekaan RI ke-74. (CNN Indonesia/Dini Nur Asih)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelataran di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, tampak lengang seperti hari biasanya. Tak ada gegap gempita acara di Hari Kemerdekaan RI ke-74 pada Sabtu (17/8) sore.

Tugu Dwitunggal Sukarno dan Mohammad Hatta berdiri kokoh bersama naskah proklamasi. Beberapa pengunjung sibuk mengambil gambar swafoto di balik patung proklamator. Anak-anak kecil bermain bola di pelataran.


Tugu Petir juga masih berdiri tegak. Di tempat itu, Sukarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan RI pada 1945. Dahulu, lokasi itu adalah rumah Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, namun kini sudah rata dengan tanah.


Salah satu petugas keamanan di Tugu Proklamasi, Iwan Hermawan mengatakan hari ini hanya ada kegiatan upacara menyambut HUT RI pada pukul 08.00-09.00 WIB. Upacara dihadiri ratusan orang dari kalangan PNS, TNI, Polri, dan putra-putri para veteran.

Rekaman suara Bung Karno membacakan teks proklamasi sempat diputar. Setelah acara itu bubar, tak ada lagi kegiatan lainnya. Aktivitas kembali sepi seperti biasanya.

"Upacara hari ini rada sepi, tidak seramai tahun kemarin. Tahun lalu ada sekitar 1.000 orang, hari ini hanya 700," kata Iwan kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di Tugu Proklamasi, Jakarta.

Kesepian di Tugu Proklamasi Saat HUT ke-74 RITugu Petir, lokasi Sukarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan RI 1945. (CNN Indonesia/ Aria Ananda)
Salah satu pedagang di kawasan Tugu Proklamasi, Entin juga menyampaikan hal yang sama. Keramaian di kawasan itu hanya dirasakan ketika upacara bendera berlangsung. Setelah itu, pengunjung tak ramai lagi.

"Tadi pagi ramai banget karena ada upacara saja. Sehabis itu enggak ada kegiatan lagi," ujar Entin.

Sepasang muda-mudi bercengkerama di kawasan Tugu Proklamasi. Salah satunya, Adelia (24) yang sengaja datang ke lokasi itu bersama temannya. Rumahnya tak jauh dari tempat bersejarah tersebut.


Sedangkan temannya, Aji (26) baru pertama kali menginjakkan kaki di Tugu Proklamasi. Dia yang tinggal di Bogor, Jawa Barat, memang sejak lama ingin mengunjungi tugu tersebut.

"Saya orangnya suka dengan tempat-tempat bersejarah, apalagi Tugu Proklamasi ini kan dulunya rumah Pak Sukarno yang dijadiin tempat untuk baca naskah Proklamasi," kata Aji.

Pada kesempatan berbeda, Doktor Sejarah Rushdy Hoesein menceritakan bahwa Sukarno sengaja menghancurkan rumahnya itu pada 1964. Menurut Rushdy, pilihan itu tanpa diiringi alasan yang jelas.

Dia enggan berspekulasi lebih dalam, sebab hanya Bung Karno yang mengetahui alasan sebenarnya penghancuran rumah tersebut.

Sementara itu, Sejarawan JJ Rizal mengatakan penghancuran rumah itu sebagai upaya Sukarno melawan feodalisme.


[Gambas:Video CNN] (dni/pmg)