Penyerang Polisi di Surabaya Diduga Terlibat Jaringan Teroris

CNN Indonesia | Sabtu, 17/08/2019 20:59 WIB
Penyerang Polisi di Surabaya Diduga Terlibat Jaringan Teroris Kantor Polsek Wonokromo, tempat penyerangan orang tak dikenal terhadap aparat kepolisian. (CNN Indonesia/Farid Miftah)
Surabaya, CNN Indonesia -- Pelaku penyerangan terhadap salah satu petugas kepolisian sektor (Polsek) Wonokromo, Aiptu Agus, diketahui adalah pria 31 tahun berinisial IM.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan IM diduga kuat terlibat dalam jaringan teroris. Hal itu didapatkan dari hasil interogasi sementara yang dilakukan kepolisian.

"Inisialnya IM, sementara diduga yang bersangkutan melakukan amaliah, (diketahui) dari keterangan. Ada kita melakukan interogasi sementara," kata Barung di lokasi kejadian Sabtu (17/8).


Ia menambahkan dugaan itu diperkuat dari temuan aparat kepolisian di tas pelaku. Terdapat kertas berlambang jaringan kelompok militan ekstremis ISIS.


"Ya (ditemukan kertas berlambang ISIS) di tas ransel," kata Barung.

Saat ini, lanjut dia, pelaku telah berhasil dilumpuhkan oleh kepolisian dan diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri.

"Dibawa oleh Detasemen 88 Mabes Polri dilakukan masih bisa bergerak dan kita lakukan pengambangan itu. Dilumpuhkan dengan teknis kepolisian," katanya.

Sementara itu Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan selain kertas berlambang ISIS, polisi juga menemukan sejumlah senjata dalam ransel pelaku.

"Bukti yang diamankan celurit, pisau panjang, kemudian ketapel, air soft gun dan barang bukti lainnya," ujar Sandi.


Selain Aiptu Agus yang menjadi korban penyerangan, seorang petugas lainnya juga menjadi korban yakni Briptu Febian. Dia menderita luka lebam di wajah.

"Korban Aiptu Agus luka bacok, dan Briptu Febian lebam di wajah. Saat ini ada perawatan di RS RKZ, Surabaya," ujar Sandi.

Sebelumnya orang tak dikenal menyerang seorang petugas kepolisian sektor (Polsek) Wonokromo, Kota Surabaya. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho membenarkan hal itu. Ia mengatakan hal itu bermula saat Aiptu menerima salah seorang yang ingin melapor di SPKT.

"Tadi sore sekitar 17.00 WIB ada orang tidak dikenal pura-pura membuat laporan kemudian tiba-tkba ketika anggota sedang mempersiapkan laporan tersebut, (pelaku) loncat langsung menyerang petugas Pak Agus," kata Sandi di lokasi.

Pelaku tersebut kata Sandi, menggunakan senjata tajam untuk menyerang. Akibatnya Agus menderita luka bacok di tangan, pipi sebelah kanan, dan kepala sebelah belakang.


[Gambas:Video CNN] (frd/pmg)