Ketua RT Nilai Penyerang Polsek Wonokromo Berubah 2 Tahun

CNN Indonesia | Sabtu, 17/08/2019 23:16 WIB
Ketua RT Nilai Penyerang Polsek Wonokromo Berubah 2 Tahun Lokasi Mapolsek Wonokromo Surabaya yang diserang orang tak dikenal, 17 Agustus 2019.(CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah melakukan penggeledahan di sebuah kamar kos, tempat tinggal IM (31) pelaku penyerangan polisi di Mapolsek Wonokromo Surabaya.

Kos tersebut terletak di perkampungan padat kawasan Sidosermo, Wonocolo, Surabaya. 

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, Sabtu (17/8) kamar kos yang ditempati IM bertempat di sebuah rumah dua lantai.


Berdasarkan keterangan warga setempat IM bersama istri dan tiga anaknya telah menetap di sana selama lima tahun terakhir. Namun, perubahan terjadi setidaknya dua tahun terakhir.

Ketua RT setempat, Ainun Arif (43) mengatakan sebagai pendatang, IM dan keluarganya tak terlihat aneh dalam bersosialisasi dengan lingkungannya lima tahun lalu. Ia, kata Ainun, tak jarang menyapa warga bahkan ikut bercengkerama di warung kopi setempat.

Namun hal itu berubah sekitar dua tahun belakangan. Ainun menyebut perubahan itu nampak dari cara berpakaian IM.

Tak hanya itu, sikap IM dan keluarganya juga menjadi tertutup dengan warga. Mereka enggan membaur. 

Ainun menilai warga menyadari perubahan itu setelah anak pertama IM bersekolah di salah satu lembaga pendidikan yang terletak di kawasan Jagir, Wonokromo, Surabaya. 

"Tinggal di sini sudah lima tahun terakhir, awalnya ya biasa sering jalan-jalan ke warung kopi, komunikasi dengan warga juga baik. Tapi semenjak anaknya sekolah di situ, istrinya bercadar. Ya jadi berubah, tertutup jarang keliatan, kira-kira satu dua tahun terakhir," kata Ainun.

Lebih lanjut kata Ainun, IM sehari-harinya diketahui berprofesi sebagai pembuat snack makaroni dan sempol. Jajanan itu saban hari terlihat diantarkan ke sekolah anaknya. Usai mengantar dagangan itu, IM dan istrinya lalu masuk ke dalam kosan dan tak bersosialisasi. 

"Kesehariannya cuma nganterin sempol sama makaroni itu, setelah itu terus masuk [ke kos], terus keluar cuma kulaan, jualan, ngantarin anaknya [sekolah], masuk lagi [ke kos]," ujarnya 

Sementara itu berdasarkan penuturan pengelola kos yang ditempati IM, selain melakukan penggeledahan, Densus 88 juga mengamankan istri dan tiga anak IM. Sayangnya, ia tak mengetahui apa yang disita dari operasi penggeledahan tersebut. 

"Tadi ada polisi [Densus] ke sini sekitar pukul 19.00 WIB, istri terus tiga anaknya dibawa juga, saya kasihan sih sebenarnya anaknya masih kecil-kecil," ujar pengelola kos yang tak mau disebutkan namanya tersebut.

Ia menuturkan, IM dan istrinya dikenal sebagai pendatang dari Sumenep, Madura. Sementara anak IM terdiri dari satu anak perempuan dan dua laki-laki.

Sebelumnya orang tak dikenal menyerang seorang petugas kepolisian sektor (Polsek) Wonokromo, Kota Surabaya. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho membenarkan hal itu. Ia mengatakan kejadian bermula saat Aiptu Agus menerima salah seorang yang ingin melapor di SPKT.

"Tadi sore sekitar 17.00 WIB ada orang tidak dikenal pura-pura membuat laporan kemudian tiba-tkba ketika anggota sedang mempersiapkan laporan tersebut, (pelaku) loncat langsung menyerang petugas Pak Agus," kata Sandi di lokasi.

Pelaku tersebut kata Sandi, menggunakan senjata tajam untuk menyerang. Akibatnya Agus pun menderita luka bacok di tangan, pipi sebelah kanan, dan kepala sebelah belakang.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan IM kini berada di tangan Densus 88 untuk pemeriksaan intensif.

"Sementara diduga melakukan amaliyah. Indikator amaliyah itu dari pembelajaran yang disampaikan [pelaku] tadi," ujarnya di Mapolsek Wonokromo seperti dikutp dari Antara.

(frd/kid)